Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi. Kata hidrosfer berasal dari kata hidros yang berarti air dan sphere yang berarti lapisan. Hidrosfer di permukaan bumi meliputi danau, sungai, laut, lautan, salju atau gletser, air tanah dan uap air yang terdapat di lapisan udara
Contoh gambar Hidrosfer :
welcome to my blog , I hope you enjoy ^^ #emmdickybala89
Rabu, 23 Maret 2011
Jenis-Jenis Hujan
Di area daerah Republik Indonesia dapat kita jumpai tiga macam hujan / ujan yang turun, yaitu antara lain :
1. Hujan Frontal
Hujan frontal adalah hujan yang disebabkan oleh bertemunya angin musim panas yang membawa uap air yang lembab dengan udara dingin bersuhu rendah sehingga menyebabkan pengembunan di udara yang pada akhirnya menurunkan hujan.
2. Hujan Orografis
Hujan orografis adalah hujan yang diakibatkan oleh adanya uap air yang terbawa atau tertiup angin hingga naik ke atas pegunungan dan membentuk awan. Ketika awan telah mencapai titik jenuh maka akan turun hujan.
3. Hujan Zenit
Hujan zenit adalah hujan yang penyebabnya adalah suhu yang panas pada garis khatulistiwa sehingga memicu penguapan air ke atas langit bertemu dengan udara yang dingin menjadi hujan. Hujan zenit terjadi di sekitar daerah garis khatulistiwa saja.
1. Hujan Frontal
Hujan frontal adalah hujan yang disebabkan oleh bertemunya angin musim panas yang membawa uap air yang lembab dengan udara dingin bersuhu rendah sehingga menyebabkan pengembunan di udara yang pada akhirnya menurunkan hujan.
2. Hujan Orografis
Hujan orografis adalah hujan yang diakibatkan oleh adanya uap air yang terbawa atau tertiup angin hingga naik ke atas pegunungan dan membentuk awan. Ketika awan telah mencapai titik jenuh maka akan turun hujan.
3. Hujan Zenit
Hujan zenit adalah hujan yang penyebabnya adalah suhu yang panas pada garis khatulistiwa sehingga memicu penguapan air ke atas langit bertemu dengan udara yang dingin menjadi hujan. Hujan zenit terjadi di sekitar daerah garis khatulistiwa saja.
Minggu, 20 Maret 2011
Imasugu Aitai
Imasugu Aitai, to say Suki desu) Hajimemashou 5 tahun lalu….. “Ada apa?”Kira menoleh ke arahku, se telah menghentikan langkahnya sesaat. Iaa menatap lurus ke arahku, membuatku semakin gugup Dan akhirnya aku menunduk. “Aku…..aku…” “Iya, apa?”ia semakin penasaran. “Aku….” “Ya?” “Aku suka padamu!!”ujarku. “Aku…dari dulu selalu mengagumimu!!! Maukah kau jadi pacarku?”kataku dengan suara yang cukup keras, dan aku membungkuk dengan takut. Oops! Kalimat ini kulontarkan dengan tiba-tiba, tak sengaja keluar dari mulutku, pada Kira. Dan lebih mengerikan lagi, aku menembak preman sekolah! Astaga! Apa yang kulakukan? Aku melirik sekilas, ke para siswa. Dilihat dari tatapannya, nampaknya mereka terkejut dengan pengakuanku barusan. Ya, tentu saja, mereka sepertinya mengatai aku nekad, nggak waras, dan lain-lain. Kira sepertinya terkejut dengan pengakuanku. Apa jawabannya? Aku semakin penasaran. “Yang benar saja!” DEG!! Aku mematung di tempatku berdiri.Seolah tak percaya dengan apa yang kudengar tadi. Dia menolakku? Aku shock ekali mendengar jawaban yang terlontar dari mulutnya. Dan lagi, sepertinya seluruh murid tampak menatapku dengan iba dan kasihan padaku. Yah memang harus. Dengan dingin, ia berlalu dariku, menyenggol bahuku sedikit. Ia berbisik, tapi aku nggak denger. Lalu ia pergi berlalu meninggalkan kerumunan. Ekspresinya datar, seolah tidak terjadi apa-apa. Aku semakin kecewa. Lututku terasa lemas. Aku terduduk begitu saja di lantai koridor sekolah. Azuma sahabatku segera datang menghampiriku. “Kau kenapa, Yui?”tanyanya dengan nada yang terdengar cemas. Aku menggeleng sesenggukan, Lalu, tanpa sempat menjawab pertanyaannya, aku berlari dari tempatku tadi, meninggalkan kerumunan. Para murid sepertinya memandangku dengan pandangan heran. Tapi aku tak peduli. Aku terus berlari, entah kemana. Aku mengikuti langkah kakiku. Yang akhirnya membawaku ke taman belakang sekolah. Air mataku mau merembes keluar, tapi aku tahan sekuat tenaga. Aku menatap pemandangan alam dari taman belakang sekolahku ini. Meski terlihat kabur karena tertutup oleh air mataku. Tampak indah, suasananya juga tenang, karena cuma ada aku saja. Aku memilih sebuah pohon yang rindang tidak jauh dariku. Aku berteduh dibawahnya. Udaranya sangat dingin. Taman sekolah yang aneh. Karena,meski cuaca apapun, udara disini tetap dingin. Sungguh aneh bukan? Di sini, di taman sekolahku, memang tidak disediakan bangku taman. Akan tetapi, para siswa masih diperbolehkan untuk sekadar duduk di bawah pepohonan-pepohonan yang rindang ini. Asalkan tidak mengotori saja. Taman ini, taman belakang sekolah, sebenarnya cukup bagus. Akh, bukan cukup, Yui. Tapi sangat-sangatlah bagus. Di sini, walaupun musim apapun, tetap akan terasa seperti musim semi. Aneh, khan? Aku juga merasa begitu, kok! Dan satu lagi keistimewaan dari taman belakang sekolah ini. Disini, hanya para murid sekolahku saja yang boleh masuk ke taman ini, tidak untuk umum. Jadi, bisa dibilang, hanya murid-murid sekolahku saja yang tahu tentang indahnya taman ini. Yah, betapa beruntungnya aku bisa masuk ke sekolah ini! Aku menoleh ke sebelah kananku. Tampak sebuah pohon yang sangat unik. Daunnya berwarna agak keemasan kalau terkena sinar matahari. Disitulah tempat pertama kalinya aku bertemu dengan Kira, tuan muda di sekolah yang juga terkenal sebagai orang nomor satu dalam daftar preman yang paling ditakuti tapi cool. Yah, para cewek semua pada mengaguminya. Termasuk aku. Banyak cewek yang ditolaknya. Aku juga termasuk. Hiks! Mengingat saja sudah membuatku semakin ingin menangis. Air mata ini, aku sudah tidak bisa lagi menahannya. Kubiarkan air mata ini keluar dengan sendirinya, sampai berhenti dan aku puas.Aku duduk, memeluk lututku, dan kusembunyikan wajahku yang basah karena air mata ini. Hiks! Hiks! Aku cengeng banget sih! Padahal aku sudah berjanji pada diriku sendiri, agar tidak menangis. Tapi mau bagaimana lagi kalau sudah begini. Pasti wajahku saat ini jelek banget. “Hei…” Seseorang memanggilku. Aku mendongak ke orang itu. Aku tidak bisa melihat wajahnya, karena tertutup oleh tudung jaketnya. “Nih, pakailah.”ia menyodorkan sebuah sapu tangan berwarna padaku. EKH! KOK SAMA KAYAK WAKTU ITU,YA!? Aku terdiam, tapi aku mengambilnya. Aku segera memakai sapu tangan itu untuk menyeka air mataku. Kami saling diam. Akhirnya, air mata ini berhenti, dan aku pun lega, karena sepertinya rasa sakit ini seolah benar-benar hilang, walau tidak sepenuhnya. “Sudah lega?”tanyanya. “Begitulah…”jawabku singkat. Aku tidak perduli padanya, dan aku lebih mementingkan sakit hatiku ini. Aku meliriknya sedikit. Wajahnya,aku tidak bisa melihatnya dengan jelas, karena tertutup oleh jaketnya yang berwarna hijau tua. Aku sebenarnya penasaran, siapa orang ini. Tapi kalau kutebak, dia pasti siswa dari SD Seirei ini. Yap, pasti. “Sedang apa kau disini?”tanyanya agak heran.
Konnichiwa Love
Sakura telah terbit, langit pucat kebiruan dihiasi warna pink lembut. Siapa pun yang melihatnya akan tersentuh kedalam puncak perasaan hati yang paling dalam. Indah, mempesona, membuat suasana kalbu menjadi damai. Reyna menyusuri jalan di bawah pohon sakura yang ditanam rapi di sepanjang trotoar Tokyo. Untuk pertama kalinya dia menyentuh helaian kelopak sakura yang berjatuhan. Pertama kalinya Reyna melihat dan merasakan harum Sakura menusuri lengkuk tubuhnya. Benar apa yang dikatakan orang, Sakura adalah lambang kedamaian. Kuncup demi kuncup sakura yang mekar, sangat indah untuk dinikmati, bagaikan menanti seseorang yang sangat di sayangi untuk kembali datang. Merasakan senyuman yang terlukis dari bibirnya, menantikan sorot matanya yang penuh kelembutan dan sentuhan tangannya yang hangat. Reyna pernah berjanji, membawa seseorang bersamanya untuk makan bersama di bawah cahaya matahari yang menyelinap masuk diantara celah bunga sakura. Dengannya, Reyna ingin berbagi kisah dan canda tawa. Reyna ingat, setelah mereka berjanji untuk melakukan rencana makan bersama di bawah pohon sakura, mereka sudah menyiapkan bekal apa saja yang mereka ingin bawa, bahkan mereka sempat berselisih paham tentang warna tikar dan bekal apa yang ingin di bawa. Maklum, Reyna suka warna pink, dan dia menyukai warna biru. Reyna gemar dengan orinari, sedangkan dia menggemari beef yakiniku. Perselisihan mereka saat itu diwarnai tidak dengan emosi, namun satu sama lain saling mengejek, mengata-ngatai dan akhirnya sama-sama menertawakan.^_^ & ^_^ Reyna baru saja menapakkan kakinya di Jepang. Seorang laki-laki muda menjemputnya di bandara, sendiri. “Mr. Darman?” Katanya yang terucap untuk pertama kali, berat namun tegas. Ayah Reyna menyambutnya dengan mengangguk dan merangkul laki-laki muda itu. Dia terlihat sangat terkejut dengan pelukan ayah Reyna, badannya terkubur dalam pelukan yang kuat. “Riyo, apa kabar?” Reyna terkejut mendengar ayahnya berkata dengan bahasa indonesia. Melihat perawakan laki-laki itu dengan mata sipit dan kulitnya yang seputih kapas, Reyna berpikir bahwa dia adalah seorang japaness. Ternyata perkiraannya salah, setelah ayahnya melepaskan pelukannya yang mengikat, dia dan ayahnya terus bertegur sapa menggunakan bahasa Indonesia, tidak ada sedikitpun logat “aneh” yang didengar Reyna dari Riyo. Sama seperti anak Indonesia kebanyakannya. Ayahnya terus menanyakan kabar dari keluarga Riyo, sehingga sepertinya ayahnya hampir lupa dengan keberadaannya sampai Reyna berdeham. “Oh… ya, kenalkan Riyo, ini anak Om, namanya Reyna… Reyna, ini Riyo”. Reyna menyalami tangan Riyo, tangan yang kurus dengan jari-jari yang panjang. Tinggi Reyna sebahu dari tinggi Riyo, dia jangkung,kurus dan mukanya tirus. Rambutnya tidak lurus melainkan agak ikal. Matanya sipit dan kulitnya seputih kapas. Udara musim panas membuat pipinya kemerahan karena tersengat matahari. Riyo mengenakan celana selutut dan t-shirt Polo putih dengan tas yang diselempangkannya di bahunya. Dia tersenyum tanpa memperlihatkan giginya, namun sangat terlihat tulus dan terlihat dia seorang yang ramah. Reyna menucapkan namanya, Riyo membalas dengan mengucapkan “Konnichiwa?”. Reyna masih sangat canggung untuk mengucapkan kata-kata dalam bahasa jepang. “Dia belum fasih berbahasa Jepang” Ayah Reyna berkata pada Riyo. “Maklum, dia kesini hanya untuk liburan….bukan untuk sekolah” . Riyo mengangguk mendengar penjelasan Ayah. “ Bagaimana kalau barang-barangnya langsung saya angkat saja, Om?” Riyo sudah meraih pegangan untuk membawakan kereta dorong dengan isi barang-barang kami yang berkoper-koper. “Oke lah….” Kata Ayah, dan mereka menuju mobil yang sudah disediakan ayah Riyo untuk mereka. Malam di kota Tokyo sungguh sangat menarik, Reyna seperti berada dalam dunia Drama TV Jepang yang sering digemarinya. Gaya berpakaian khas yang sering dilihatnya dalam majalah, berlalu lalang dalam batas penglihatannya. Sungguh menarik, Reyna mengambil kamera yang telah dia siapkan di tas kecil yang sedari tadi tidak lepas darinya. Dari segala sisi,tidak dapat terhitung sudah berapa banyak photo yang telah diambilnya. Sepanjang perjalanan dilihatnya, ayahnya hanya tersenyum melihat ekspresi reyna. Riyo beberapa kali menerangkan tentang bangunan yang mereka lewati. “Ayah tadi menyuruh ku untuk membawa kalian menuju rumah dengan jalan yang melewati kota. Tidak akan ada macet seperti di Jakarta kok…”. Riyo yang duduk disebelah Reyna menatap nya dengan tersenyum. “Hm… jika di Jakarta, jam-jam segini lagi macet-macetnya Yo…” Ayah berkata tanpa melihat kearah Riyo, matanya menuju objek yang ada di sekelilingnya. Kota Tokyo malam ini, malam pertama baginya di sini, tidak akan terlupakan olehnya…malam beginya untuk belajar melupakan. Reyna berharap, liburannya kali ini tidak akan sia-sia. Tidak akan ada lagi yang menganggu pikirannya, dia harus dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik setelah dia pulang dari liburannya. Fresh from all the stucks in her heart. Setelah melewati pemandangan kota yang sangat penuh dengan cahaya warna dengan beraneka pertunjukan adab manusia. Mereka memasuki jalan gang kecil, sunyi dan hanya terlihat sedikit orang berjalan lalu lalang. Tidak terlihat aktivitas sama sekali. Tidak ada suara dari rumah yang keluar sama sekali, padahal jarak dari satu rumah ke rumah lainnya sangat berdekatan. senyap. Reyna dan ayahnya akan tinggal sementara ini di rumah Riyo. Tempat tinggal ayah masih diperbaiki. Tidak ada kabar kapan rumah mereka akan selesai diperbaiki. Mungkin dalam tiga hari ini, seminggu atau sampai liburan Reyna berakhir. Saat Reyna terbangun, sudah terdengar suara-suara dari lantai bawah, mungkin dari dapur. Ditengoknya jam weker winnie the pooh dari sahabatnya, Puspa, yang khusus dibawanya dari rumah. Pukul 07.00, pantas sudah ramai. Reyna membereskan rambutnya dan menuju kamar mandi. Setelah aktivitas ritual diri telah selesai, dengan segera Reyna keluar dari kamar tidurnya. Kamar yang disediakan untuknya tidak bisa dibilang besar, namun rapi. Dinding dan seprainya bewarna cokelat pastel, warna kesukaannya. Tepat didepan jendela terdapat meja belajar dengan buku-buku tersusun rapi. Beberapa figura photo juga diletakkan diatasnya. Photo keluarga Riyo, Riyo dengan wanita yang sepertinya ibunya, dan photo Riyo dengan laki-laki yang entah sebaya atau berbeda umur dengannya, wajahnya tidak setirus Riyo, namun kira-kira tingginya sama dengannya, dalam figura lain juga terdapat photo laki-laki itu sendiri. Tersenyum, ganteng. Hm, Reyna tersenyum dalam dirinya sendiri, belum sehari dia telah menemukan seorang laki-laki ganteng. Berarti dimana-mana terdapat laki-laki yang menarik, ya? Di sudut kana dekat meja belajar terdapat lemari dan beberapa ornamen patung kecil di atasnya. Di sisi-sisi dinding juga terdapat beberapa figura yang berisikan piagam, berbagai macam penghargaan mungkin. Reyna malas membacanya. Suara ayahnya dan seorang laki-laki yang ditebak Reyna adalah ayah Riyo berasal dari belakang. Dapur keluarga Riyo sungguh menarik, semua furniture terbuat dari kayu, Ayahnya dan ayah Riyo duduk di meja bundar yang menyatu dengan diding pintu yang menuju ruang tengah. Dapurnya kecil namun sangat rapi dan bersih, banyak terdapat laci yang digunakan untuk menyimpan segala perabotan. Di depan meja tempat ayahnya duduk, terdapat jendela berbentuk setengah lingkaran. Cahaya yang masuk dari jendela memang menyengat, namun cahaya itu sebagai satu-satunya penerangan di dapur. Ayah menyapa Reyna “Waah.. baru bangun, cape sekali rupanya” Reyna tersenyum kepada ayahnya dan ayahn Riyo. Dia menyalimi tangan ayah Riyo dan ayah riyo mengusap-usap rambutnya. “Sudah besar kamu sekarang, dulu saat kamu masih di Kalimantan, paman ke rumahmu dan kamu masih sangat kecil”. Ayah Riyo tersenyum hangat, Reyna menangkap tatapan Riyo ternyata mirip dengan cara ayahnya menatap, sangat ramah dan nyaman walaupun matanya tidak sesipit mata Riyo. Ayah Riyo tidak gentuk namun juga tidak begitu kurus, rambutnya sudah bewarna putih, namun kulitnya bersih kecoklatan, berbeda dengan Riyo yang kulitnya putih. “ Ya, iyalah… dulu kamu kesana dia masih SD kelas..hm, empat ya? kayaknya dia juga sudah lupa” Ayah Reyna menyahut sembari menyeruput minuman dalam cangkinya. “Mari.. duduk disini Reyna” Ayah Riyo mengajaknya duduk disampingnya. “Hm, kayaknya kamu memang sudah lupa sama paman, paman pernah ke Jakarta tapi saat itu kamu tidak ada, katanya kamu ada acara…apa ya? kalau tidak salah, saat itu kamu kelas dua Sma” “ Berarti baru saja ya?” Reyna berkata sambil menatap mata ayah Riyo. “Hampir dua tahun yang lalu” Kata Ayah Reyna… Tiba-tiba saja datang seorang perempuan keibuan dari pintu belakang dapur. Dia memakai pakaian terusan dengan corak bunga-bunga berukuran besar bewarna cokelat, Reyna menebak perempuan itu kemungkinan ibunya Riyo. Dia cantik, senyumannya juga sangat teduh, mempunyai lesung pipit dan dia tinggi, kira-kira melebihi tinggi ayahnya Riyo. Kulitnya bersih dan seputih kulit Riyo, tampak sedikit pucat, rambutnya bergelombang dan matanya lebih sipit dari pada Riyo. Dia membawa banyak sekali kantong kertas yang berisi berbagai macam sayur, di tangan kanannya dia menenteng plastik kecil yang penuh. “ Huh… aku sudah mencari dari berbagai macam toko, tidak ada yang menjual eggplant, entah apa yang sedang terjadi hari ini.” Perempuan itu meletakkan belanjaannya diatas meja. “Hey, itu Reyna ya?” Perempuan itu menunjuk ke arah Reyna. Reyna mengangguk dan beranjak dari tempat duduknya menuju ke arah perempuan itu. “Ya.. saya, tante?” Perempuan itu langsung memeluknya dan mengecup keningnya. “Beautiful ! Like u’r mother” Perempuan itu berkata sembari memegangi wajah Reyna. “ ya… tapi masih ada kealah dengan ibunya” Ayah Reyna menimpali. “ Apanya? Matanya dan wajahnya telah menyamai ibunya.” Perempuan itu melepasan pelukannya dan menatap ayah Reyna. “Dia masih belum bisa masak, apalagi membuatkan sambal terasi untuk ku” Ayah Reyna mengedipkan sebelah matanya kepadanya. Reyna memajukan sedikit bibir bawahnya. “ Hm, untuk belajar masak, biar aku yang mengajarkan, dia sudah cukup dewasa sekarang” Perempuan itu mengambil cangkir dari rak yang ada di laci atas lemari dan mengisinya dengan the dari teko yang telah ada di depannya. “Ini tante miya, dia istri dan ibu dari Riyo dan Rangga” ayah Riyo memperkenalkan perempuan yang kini duduk diantara kami. Rangga? Berarti Riyo mempunyai saudara lagi, mungkin laki-laki yang dilihatnya dari photo itu?. Laki-laki yang menarik itu?. Tanpa sengaja Reyna menggigit bibir bawahnya. “Tapi Reyna belum pernah bertemu dengan Rangga, ya? Kemaren kan Riyo yang menjemput” Tante Miya meniup thenya. “ Ya.. dimana Rangga sekarang?” Ayah Reyna bertanya. “ Rangga masih berada di Inggris, sebentar lagi dia akan balik ke sini” Ayah Riyo yang menjawabnya. “ Ke inggris? Kuliah?” Ayah Reyna terkejut. “S2, tetapi sebentar lagi dia akan lulus, yah.. do’anya saja” Tante Miya menambahkan. S2? Berarti umurnya jauh diatas Reyna donk? Hm, tapi di photonya tidak kelihatan kalau dia sudah tua. “ Reyna sekarang kuliah ya?” Tante Miya bertanya sambil meminum tehnya yang sudah dingin. “ iya, tante… baru semester dua. Ini lagi liburan” Reyna menganguk lalu mengambil cangkir the nya. “ o… kata ayahmu kamu mengambil jurusan psikologi ya? Bagus itu” Ayah Riyo mengangguk-angguk sambil tersenyum. “ O ,ya… kamu belum sarapan ya? tante buatkan dulu, mau roti atau telur gulung dan sayur?” Tante Miya mulai beranjak dari duduknya. “ Ehm… roti saja tante” Reyna memang terbiasa makan roti setiap paginya. “ Oke, pakai selai atau telur? Dengan susu ya?” Tante Miya mulai mengambil roti dari lemari. “Apa aja tente..” Reyna tersenyum. Ayahnya dan ayah Riyo saling bertukar cerita, Tante Miya banyak menanyainya tentang kehidupannya dengan ayahnya. Reyna baru tahu dari cerita tante Miya, ternyata jarak antara Riyo dan Rangga lumayan jauh, sekitar lima tahun, Rangga menyelesaikan kuliah strata satunya di Universitas Tokyo, setelah itu dia langsung mengambil gelar masternya di Inggris, sedangkan Riyo ternyata masih duduk di bangku sekolah, dia baru kelas 2 SMA!
"Pacar Kakak ku Ganteng Sekali...."
Pagi yang amat cerah “ gumamku sambil mengintip keadaan diluar lewat jendela kamar
aku melihat jam weker , kukira baru jam setengah enam , taunya sudah jam 7 pagi
“ TIDAK “
aku berteriak lalu bergegas menuju kamar mandi , lalu setelah mandi aku memakai baju sekolah . sial aku kesiangan saking enaknya tidur .saat itu kakakku Chaca sedang berada diruangan makan , aku sedikit kesal dengannya kenapa tidak membangunkanku ! dengan muka yang jutek aku sedikit memarahi nya
“ Kakak , kenapa gak bangunin aku sih ? , aku ada ulangan tau “
aku langsung duduk dan ngambil sehelai Roti dan cepat – cepat bergegas untuk pergi kesekolah .
“ aku berangkat dulu ka , “ kataku pada kaka pamit
“ Tunggu sya “ ka chaca memanggilku
“ Aduh udah tau telat pake manggil segala lagi “ kataku dalam hati
“ kenapa ? “ tanyaku sedikit jengkel
“ Ini hari minggu dodol ! , haha mangkanya jangan pikun loe “ !
Rasa-rasanya badan ini lemas tak berdaya seperti mendengar apa saja ! Yah , memang hari ini minggu , selalu saja lupa ! kebangetan deh
Oh ya perkenalkan namaku Tasya Manikam Lumanto , biasa dipanggil tasya ! aku itu baik , kata orang cantik dan penyabar . tapi kesabaran aku selalu saja di uji kalo penyakit PELUPA aku kambuh .
hari ini hari minggu , aku bingung mau kemana ? teman-temanku pasti sedang asyik-asyiknya bersama pacarnya masing-masing . sedangkan aku ? MENJOMBLO . ahh aku memang tidak boleh mengeluh ! aku kan suddah janji untuk tidak pacaran sebelum lulus sekolah ! yang harus aku lakukan sekarang belajar dan belajar .Ya , gak boleh ngeluh !
“ Tasya , sini deh ! bantuin gue dong “
Kakakku berteriak kencang sekali , ada apa sih ? ya memang sudah tidak heran kalo kakakku itu seperti itu , suka bikin jantungan deh !
“ Iya ka aku kesitu “
Aku menghampiri ka chaca , betapa kagetnya aku melihat keadaan dapur yang sudah hancur bak kapal pecah . aku lirik kanan , kiri sudah berantakan .
“ ka , ada apa nih ? ngapain di dapur ? kaka itu gak cocok di dapur ! udah biar aku yang bereskan ! “
aku mencoba menawarkan membereskan semuanya , tapi anehnya ka chaca menolak . aneh ? tidak biasanya
“ gak usah , sekarang lo bantuin gue beli adonan buat kue yeh , lo ke supermakett didepan komplek , ni duitnya . !”
ka chaca menyodorkan aku sejumlah uang untuk memebeli beberapa adonan kue , tapi untuk apa ? aku masih diam tak percaya dengan semua ini .
“ buat apa ? “ tanyaku pada kaka
“ Tasya “ dengan nada sedikit kesal kaka memanggi namaku , seperti nya aku memang cerewet sekali !
“ jelas buat bikin kue sya , udah gak usah banyak nanya , ntar gue ceritaiin , pergi sono ! “
***
setelah selesai membeli semua keperluan kaka , dijalan menuju perjalan rumah aku tidak sengaja menabrak seorang laki-laki yang menurutku tampan dan badannya tinggi .
“ Bruukkk “
semua barang belanjaanku terjatuh , aku fikir laki-laki itu akan marah dan mencaci aku , nyatanya tidak ! dia baik sekali , dia menolongku mengambil barang bawaan ku yang terjatuh.
“ Ini , sory “ kata laki-laki itu meminta maaf sembari memberikan barang belanjaannya
“ IYA “
Aku hanya mampu berkata “ YA “ . bengong dan tak percaya ! tak tau kenapa jantungku rasanya seperti mau copot . baru kali ini aku berhadapan dengan laki-laki seKEREN dan seGANTENG ini .
setelah aku sadar , laki-laki itu sudah pergi dari hadapanku !
“ Yahhhh “
Kecewa memang ! aku hanya melihatnya sekilas namun aku yakin dia sosok laki-laki idaman ku .halah sudahlah , jangan terlalu banyak mengkhayal fikirku saat itu . kaka pasti sudah menungguku dirumah .
sesampainya dirumah , aku melihat ada yang memarkirkan mobilnya depan rumah , siapa ? oh ya mungkin ka Mongky , dia pacar kakakku . biasanya setiap hari minggu ka mongky selalu main ke rumah meluangkan waktu nya untuk kakakku ditengah kesibukan ka mongky yang begitu padat . aku juga tidak terfikirkan , mungkin ka chaca membuatkan Kue untuk ka mongky .
Aku berlari memasuki rumah dan berteriak pada ka chaca .
“ Kaka , aku sudah pulang “
Barang belanjaanku kembali jatuh berceceran ketika aku melihat sosok laki-laki yang sedang bersama ka chaca !
“ Ka .. “ aku memanggilnya dengan lemas
“ kenapa sya ? kok dijatohin “ ? tanya kaka padaku
“ Ooh gak kok ka , “
Aku langsung mengambil semua barang belanjaan dan aku serahkan semuanya kepada kaka .
“ Ka itu siapa ... ?“ tanyaku penasaran
kakak tersenyum , dia malah mengusirku dari situ ! kaka bilang nanti juga saatnya kamu akan tau ! Yah aku kecewa sekali .
aku masuk kedalam kamar dan membaringkan tubuh ku sambil berFikir sosok laki-laki yang bersama ka chaca tadi .
“ Itu kan laki-laki yang tadi aku tabrak ? kok dia kenal ka chaca ? fikiranku saat itu semakin kacaw
Aaaahhh , hatiku mengapa jadi gundah gulana ? padahal aku baru pertama kali bertemu dengan dia , tapi mengapa ada Rasa yang begitu berbeda dalam hatiku ? Rasanya aku jatuh cinta padanya ,mungkinkah dia CINTA PERTAMAKU ?
TIDAK , apa mungkin ? jika Iya aku senang , dia memang laki-laki yang aku impikan sejak dulu . tapi ada hubungan apa dia dengan ka chaca ? Apa mungkin dia pacar baru ka chaca ? sepertinya tidak mungkin , bagaimana dengan ka Mongky ? apa sudah putus ? kalo Pun Iya , aku tidak percaya dan sangat disayangkan , menurutku ka Mongky orang yang setia dan baik terhadap pacaranya .
***
“ Tok , Tok , Tok “ , ada yang mengetuk pintu kamarku , siapa ? gumamku
“ Masuk , eh ka chaca ! kenapa ka ? “
ternyata kak chaca , aku langsung bangun dari baringanku dan menghampiri kaka yang duduk di sofa yang berada dikamarku . aku duduk disebelahnya dan menanyakan sosok laki-laki itu .
“ Ka dia siapa ? , jangan bilang dia ... “
kaka tersenyum senang , “ dia pacar gue sya “
Betapa kaget nya aku , ketika tau sosok laki-laki impianku ternyata pacar ka chaca ! hancur lebur harapanku untuk lebih dekat dengannya .
“ Oh ya ? , kok bisa ? ka mongky ? tanya ku
“ aduh , lo cerewet ! gue sama mongky udah putus 1 bulan yang lalu ! sory gue lupa cerita sama loe , mongki terlalu sibuk dengan kerjaannya . sampe-sampe gak da waktu buat gue ! “ Jelas ka chaca saat itu yang membuatku semakin patah arang
“ Ya udeh , gue masuk kamar dulu bye bye “
Ka chaca terlihat bahagia dengan pacar barunya , mungkin pacar barunya lebih punya banyak waktu luang ketimbang ka mongky .
aduh aku lupa lagi , kenapa gak nanya namannya coba ? Ahhh sudahlah jangan difikirkan , dia itu bukan untukku , dia itu pacar ka chaca , aku tidak boleh mengharap lebih pada sosok laki-laki itu .
***
Hari ini hari senin , tak biasnya aku tak bersemangat ! apa mungkin karna kejadian kemarin ? Ayolah tasya jangan seperti ini . ini memang kenyataan yang harus kamu sadari bahwa dia bukan laki-laki yang tuhan kirimkan untukkmu .
Disekolah aku lebih banyak melamun , sampai-sampai sahabtku Bebi sedikit aneh dengan tingkahku yang tak biasnya .
“ Wey sya , loe kenapa ?”
lamunan ku Buyar dengan kedatang bebi yang mengagetkan ku .
“ gak apa-apa kok “ jawabku datar
Bebi menatap wajahku cukup lama dan aneh ! ya mungkin dia heran dan bertanya – tanya ada apa dengan ku ini ?
“ Kenapa ? cerita dong ? “ Pinta bebi
Aku diam sejenak dan akhirnya aku memutuskan untuk bercerita pada bebi agar sedikit beban ku berkurang . sudah ku duga , bebi akan mentertawaiku .
“ Hahahha , sya loe serius ? bukannya lo gak mau pacaran dulu , Iya kan ? “ Ledek bebi padaku
Aku hanya diam , aku juga tak mengerti apa yang terjadi pada ku ! mengapa sosok laki-laki itu mampu membiusku sampai seperti ini.
Didalam kelas , Kespek mengumumkan akan adanya Guru Baru + Anak pemilik Sekolahan ini , aku sedikit tidak perduli dengan ucapan kespek dan masih sedih memikirkan yang kemarin . bebi menyenggol tanganku , aku masih tak bergeming dan tak memperdulikannya .
sampai pada saatnya , Bebi memanggilku dengan nada kesal
“ Tasyaaa “
aku melirik pada bebi , dan melihat wajahnya ! yah aku masih lemas tak berdaya . bebi seperti memberi isyarat sesuatu padaku . matanya berkedip –kedip ada apa fikirku ?
Akhirnya setelah sekian lama melamun dan fikiran melayang kemana – mana , aku menghadapkan wajahku kedepan , aku fikir kepala sekolah masih dikelas, nyatanya tidak , sekarang yang ada didepanku ada seorang laki-laki yang tadi diceritakan kespek .
aku malu , sepertinya Guru itu memperhatikan ku sedari tadi yang melamun . aku menunduk tak percaya .
“ Kamu yang disitu , coba kedepan “ kata pak guru padaku
namun herannya , aku yang dipanggil kok bebi yang nyaut ?
“ Iya pak saya , kenapa ? kata bebi sambil berdiri
“ Bukan kamu , tapi sebelah kamu ! “
haha , bebi malu ! , aku deg-degan ! aku berjalan menghampiri guru tersebut dengan perasaan gak karuan , aku takut dimarahi .
“ Siapa nama kamu ? saya perhatikan sedari tadi kamu melamun , ada apa ? tanya guru itu
Aku gelagapan menjawab pertanyaan guru tersebut . asal kalian tau dia itu pacar kakaku ! aku masih tidak percaya ternyata dia seorang guru .
“ Ak .. akuu Tasya “
“ Ohh , nama panjangan ? “
“ Tasya Manikam Lumanto “ katakku
“ Nama yang cantik , seperti Orangnya “
Oooh tidak percaya , dia berkata seperti itu ! pantasan saja bebi dari tadi centil , ternyata gurunya ganteng toh .
***
setelah pelajaran selesai aku tidak kemana mana , aku hanya diam di kelas ! bebi mengajaku untuk ke kantin namun aku menolak , aku lebih memilih untuk membaca buku .
setelah bebi pergi , tiba-tiba aku seperti mendengar langkah seseorang masuk kedalam kelasku . Ya ternyata Laki-laki idamanku . namanya “ INDRA KARINA TEGUH JAYA “ selain menjadi guru dia juga mempunyai sebuah CAFE ternama dijakarta , Namanya Iktjs Cafe . Luaaar Biasa masih muda sudah sukses fikirku sambil tersenyum .
“ Kok senyum ? “ ucap Pak indra membuyarkan semuanya
“ Oooh gak kok pa, kataku malu “
Pak indra tersenyum padaku , lalu dia duduk di sebelah bangku ku ,
“ Jangan panggil Pak , Indra aja oke ? “ Pinta indra saat itu
Aku mengangguk dan masih tak percaya indra laki-laki yang aku fikirkan dari kemarin sekarang ada didepanku .
“ kamu adiknya chaca kan ? “ Tanya indra
“ Iya , kamu pacarnya kan ? “
Indra hanya tersenyum , dia tak menjawab pertanyaanku .
“ Oh iya , pulang sekolah ada waktu ? aku ingin mengenal mu lebih dekat “ kATa indra membuatku semakin tak percaya
“ A .. aaah .. Ya aku bisa “
Indra tersenyum , lalu indra pergi dari ruangan kelas , tidak lama kemudian bebi datang dengan sejuta penasaran .
“ Tadi Pak indra kaya kesini , bener gak sya ? jangan-jangan loe ada main hayoooo “ kata bebi mencurigaiku
disitu , jujur aku sudah tidak bisa menahan tawa kebahagian , disitu aku bahagia dan aku jujur kepada bebi tentang semuanya . bebi sedikit terlihat kecewa , ternyata indra gebeta aku .
“ Yahhh , patah hati gue , Hufttt “
Aku mengusap usap rambut bebi , aku bilang “ jangan maruk beb, kamu kan udah punya Vigro “ !
“ Oh iya , ayang gogo ampe lupa “ Hihiihihih
***
setelah pulang sekolah , aku diantarkan oleh indra dengan Mogenya , aduh rasanya aku tidak percaya dengan semua itu . indra menyuruhku untukku memeluknya dengan erat agar tidak terjatuh , aku sih menurutinya ! seperti nya aku lupa dengan perjanjianku tidak akan pacaran sebelum lulus sma , dan aku juga lupa kalo indra itu pacar kakaku .
Indra membawaku ke mall , aku bertanya untuk apa ? indra hanya tersenyum lalu menggandeng tanganku sambil berjalan . aku senang dan tak percaya , aku berfikir kalo dia juga membalas semua perasaanku .
Tibalah aku disebuh Toko boneka , indra menyuruhku mengambil Boneka sesuka hati aku , aku sedikit bengong , aku tidak bisa memilih ! semuanya bagus . akhrinya indra yang memilihkan untkku , Boneka SAPI yang SUPER BESAR !
“ suka ? “ tanya indra padaku
aku mengangguk , aku tak pecaya indra tau boneka kesukaanku !
“ Makasih “ kataku sambil memeluk si KEBI .
Oh iya indra membelikan ku 2 boneka sapi , indra memberi nama boneka Itu
“ KEBI dan KEBO “
Ih nama yang lucu dan agak aneh , tapi tak peduli lah aku senang dengan semua itu. aku juga tak menyangka kalo aku akan secepat ini dekat dengan indra .
***
5 Bulan sudah Aku dekat dengan indra tanpa sepengetahuan kaka ku , aku tidak tau apa reaksi ka chaca jika tau aku sekarang dekat dengan Indra . aku tidak menyangka saat itu indra mengungkapkan perasaanya padaku , Indra bercerita padaku , awal Indra bermain ke rumahku , dia sudah melihatku lebih dulu dan menyukaiku , namun aku tidak sadar akan hal itu . dan yang lebih mengagetkan lagi ternyata indra mendekati ka chaca hanya untuk tau Tentang aku saja , selebihnya berarti indra hanya mempermainkan kakaku ?
Aku sedikit kecewa , aku kasian sama ka chaca , bagaimana kalo dia sampai tau yang sesungguhnya ? mungkinkah dia akan membenci aku ?
sampai pada waktu nya tiba , aku harus jujur dengan semua ini , aku harus jujur kalo aku sudah jadian dengan indra 1 bulan yang lalu . aku akuin aku memang jahat , aku menusuk kakaku dari belakang ! cinta memang bisa membuatku melakukan hal yang tak terduga .
aku sempat bingung dan akan mundur saja setelah mendengar pengakuan kakaku yang begitu amat mencintai Indra , aku tak tau apa jadinya jika aku jujur .
“ Ka , ada yang mau aku omongin “
“ Apa ? “ kata ka chaca
aku ragu dan sedikit takut , “ sebenernya akuuu ..... “
Ah sial hape kakaku berbunyi sehingga pembicaraan kami terpotong .
“ sya , kaka pamit dulu , nanti aja dilanjut okey “ kata ka chaca seperti menggambarkan rasa kebahagian
Disitu aku takut kalo yang menelefon indra , aku coba balik menghubungi dia , namun sialnya handphone nya tidak aktif . aku ketakutan begitu saja , sampai akhirnya aku memutuskan untuk tidur.
***
pagi harinya , aku merasa ada yang aneh dengan sikap ka chaca , di meja makan ia hanya diam , tak seperti biasanya ! aku merasa kaku dengan sikap ka chacha , aku ingin menyapanya , tapi .. aku sedikit ragu ! akhrinya aku hanya diam dan membisu , selama di meja makan aku tak berani menatap wajahnya .
“ Aku pergi dulu “ Ucap ka chaca mengagetkanku
aku hanya memperhatikan gerak geriknya , aku heran ada apa dengannya ? ini tak biasanya , apa mungkin semalam ia bertemu dengan indra dan sudah tau semuanya ? kalo pun ia tau semunya , aku yakin dia akan marah padaku lebih dari ini ... Mungkin ka chaca sedang Bad mood .
Disekolah aku masih memikirkan ka chaca , aku takut kalo dia sudah tau kenyataannya ! ditengah perjalan ku menuju kelas aku bertemu dengan Indra , aku hanya menunduk , aku berusaha menghindra darinya , aku sudah bertekad untuk jauh-jauh dari indra , aku tidak ingin mengecewakan ka chaca .
“ Sya , ada yang mau aku Omongin “ Ucap Indra padaku
“ Apa ? “
“Tidak bisa disini , sekarang ikut aku “
Indra menarik tanganku dan membawaku ke parkiran , aku berfikir ada apa ini ? aku mau sekolah , tapi indra memaksaku pergi dengannya , aku tidak bisa berbuat apa-apa .
diperjalan aku hanya diam , begitupun indra! sampai pada saatnya tibalah aku di sebuah tempat yang sudah tak asing lagi
“ Loh , ini kan rumahku ? “ Kataku keheranan dan sedikit resah
“ Iya ini rumah mu , kenapa ? gak usah kaget gitu dong sya “
Indra merangkul ku , tapi aku menolak ! aku takut ka chaca melihatnya . tapi kenapa indra cuek saja ? apa dia tidak takut ka chaca akan melihat adegan ini ?
Didepan pintu rumah aku diam sejenak , ada apa ini ? apa indra sudah bilang ?
“ Tunggu , kamu ngapain bawa aku kesini ? JANGAN GILA “ kataku sedikit cemas
“ Iya , aku mau jelasin sama kaka kamu kalo kita udah jadian ! lagi pula ini sudah tidak bisa lagi disebunyikan , aku sudah tidak tahan sya ! “
Indra gila , saat itu juga aku langsung menarik tangan indra untuk pergi dari rumahku , namun tetap saja indra bertahan dengan pilihanya . aku menangis , aku gak mau ka chaca marah besar dan membenci ku , lebih baik aku yang mengaalah . mendengar aku berucap seperti itu indra langsung memeluku begitu erat , dia mengatakan AKU CINTA KAMU , sekarang , esok dan seterusnya ! selama aku berNyawa aku akan selalu mencitaimu .
Aku tertegun mendengar ucapannya , lagi – lagi aku terharu ! tapi aku ingat dengan ka chaca , bagaimana dengan dia ? aku teringat ucapannya semalam kalo dia sangat amat mencintai indra .
saat itu aku seperti mendengar seseorang membukakan pintu , sudah kuduga itu ka chaca ! ka chaca melihat aku berpelukan dengan indra , aku segera melepaskan pelukanku . aku menunduk , aku langsung berlutut pada ka chaca dan meminta maaf padanya , aku tidak bermaksud menghianatinya .
tapi aku mendengar ka chaca mentertawakanku , begitu pun indra , apa aku yang dipermainkan oleh ka chaca dan indra ? apa indra hanya mempermainkanku yang hanya seorang anak kecil yang tidak tau akan cinta yang sesungguhnya ?
ka chaca membangunkanku , lalu dia memeluku ! aku heran , kenapa ?
“ Sya , kaka gak marah kok , kaka udah tau semuanya “
aku melepaskan pelukan ka chaca , aku menatap mata ka chaca dan indra , aku sedikit tertawa !
“ Jadi ... ? “
Iya , ka chaca hanya mengangguk ! aku sangat mengerti dengan isyarat yang diberikan ka chaca .
aku kesal dengan indra , ternyata malam itu saat ka chaca menerima telefon itu dari indra , dan disitu indra menjelaskan semuanya . ternyata ka chaca tidak marah dengan pengakuan indra , ka chaca juga jujur pada indra bahwa sebenarnya kakakku hanya menjadikannya sebuah pelampiasan , ia masih cinta dengan ka mongky , ka chaca sadar ka mongky lah orang yang mengerti dia satu-satunya meski ka mongky selalu sibuk dengan urusannya .
aku menatap wajah indra , tiba-tiba saja indra mengendongku dari samping , lalu dia berputar putar sambil menggendongku . seperti film india saja fikirku
“ Indra aku pusing “
tapi indra tak memperdulikanku , saking senengnya kami sampai terjatuh dan aku menindih badan indra , aku menatap wajahnya , aku mau sekali. suasana saat itu sangan deg-degan dan romantis , ka chaca yang melihatnya mentertawakanku , aku malu dan hanya tersenyum senang. lalu indra membisikan pada telingaku
“ i Love you sya “
aku tersenyum dan membalas jawabannya
“ love You too “
aku melihat jam weker , kukira baru jam setengah enam , taunya sudah jam 7 pagi
“ TIDAK “
aku berteriak lalu bergegas menuju kamar mandi , lalu setelah mandi aku memakai baju sekolah . sial aku kesiangan saking enaknya tidur .saat itu kakakku Chaca sedang berada diruangan makan , aku sedikit kesal dengannya kenapa tidak membangunkanku ! dengan muka yang jutek aku sedikit memarahi nya
“ Kakak , kenapa gak bangunin aku sih ? , aku ada ulangan tau “
aku langsung duduk dan ngambil sehelai Roti dan cepat – cepat bergegas untuk pergi kesekolah .
“ aku berangkat dulu ka , “ kataku pada kaka pamit
“ Tunggu sya “ ka chaca memanggilku
“ Aduh udah tau telat pake manggil segala lagi “ kataku dalam hati
“ kenapa ? “ tanyaku sedikit jengkel
“ Ini hari minggu dodol ! , haha mangkanya jangan pikun loe “ !
Rasa-rasanya badan ini lemas tak berdaya seperti mendengar apa saja ! Yah , memang hari ini minggu , selalu saja lupa ! kebangetan deh
Oh ya perkenalkan namaku Tasya Manikam Lumanto , biasa dipanggil tasya ! aku itu baik , kata orang cantik dan penyabar . tapi kesabaran aku selalu saja di uji kalo penyakit PELUPA aku kambuh .
hari ini hari minggu , aku bingung mau kemana ? teman-temanku pasti sedang asyik-asyiknya bersama pacarnya masing-masing . sedangkan aku ? MENJOMBLO . ahh aku memang tidak boleh mengeluh ! aku kan suddah janji untuk tidak pacaran sebelum lulus sekolah ! yang harus aku lakukan sekarang belajar dan belajar .Ya , gak boleh ngeluh !
“ Tasya , sini deh ! bantuin gue dong “
Kakakku berteriak kencang sekali , ada apa sih ? ya memang sudah tidak heran kalo kakakku itu seperti itu , suka bikin jantungan deh !
“ Iya ka aku kesitu “
Aku menghampiri ka chaca , betapa kagetnya aku melihat keadaan dapur yang sudah hancur bak kapal pecah . aku lirik kanan , kiri sudah berantakan .
“ ka , ada apa nih ? ngapain di dapur ? kaka itu gak cocok di dapur ! udah biar aku yang bereskan ! “
aku mencoba menawarkan membereskan semuanya , tapi anehnya ka chaca menolak . aneh ? tidak biasanya
“ gak usah , sekarang lo bantuin gue beli adonan buat kue yeh , lo ke supermakett didepan komplek , ni duitnya . !”
ka chaca menyodorkan aku sejumlah uang untuk memebeli beberapa adonan kue , tapi untuk apa ? aku masih diam tak percaya dengan semua ini .
“ buat apa ? “ tanyaku pada kaka
“ Tasya “ dengan nada sedikit kesal kaka memanggi namaku , seperti nya aku memang cerewet sekali !
“ jelas buat bikin kue sya , udah gak usah banyak nanya , ntar gue ceritaiin , pergi sono ! “
***
setelah selesai membeli semua keperluan kaka , dijalan menuju perjalan rumah aku tidak sengaja menabrak seorang laki-laki yang menurutku tampan dan badannya tinggi .
“ Bruukkk “
semua barang belanjaanku terjatuh , aku fikir laki-laki itu akan marah dan mencaci aku , nyatanya tidak ! dia baik sekali , dia menolongku mengambil barang bawaan ku yang terjatuh.
“ Ini , sory “ kata laki-laki itu meminta maaf sembari memberikan barang belanjaannya
“ IYA “
Aku hanya mampu berkata “ YA “ . bengong dan tak percaya ! tak tau kenapa jantungku rasanya seperti mau copot . baru kali ini aku berhadapan dengan laki-laki seKEREN dan seGANTENG ini .
setelah aku sadar , laki-laki itu sudah pergi dari hadapanku !
“ Yahhhh “
Kecewa memang ! aku hanya melihatnya sekilas namun aku yakin dia sosok laki-laki idaman ku .halah sudahlah , jangan terlalu banyak mengkhayal fikirku saat itu . kaka pasti sudah menungguku dirumah .
sesampainya dirumah , aku melihat ada yang memarkirkan mobilnya depan rumah , siapa ? oh ya mungkin ka Mongky , dia pacar kakakku . biasanya setiap hari minggu ka mongky selalu main ke rumah meluangkan waktu nya untuk kakakku ditengah kesibukan ka mongky yang begitu padat . aku juga tidak terfikirkan , mungkin ka chaca membuatkan Kue untuk ka mongky .
Aku berlari memasuki rumah dan berteriak pada ka chaca .
“ Kaka , aku sudah pulang “
Barang belanjaanku kembali jatuh berceceran ketika aku melihat sosok laki-laki yang sedang bersama ka chaca !
“ Ka .. “ aku memanggilnya dengan lemas
“ kenapa sya ? kok dijatohin “ ? tanya kaka padaku
“ Ooh gak kok ka , “
Aku langsung mengambil semua barang belanjaan dan aku serahkan semuanya kepada kaka .
“ Ka itu siapa ... ?“ tanyaku penasaran
kakak tersenyum , dia malah mengusirku dari situ ! kaka bilang nanti juga saatnya kamu akan tau ! Yah aku kecewa sekali .
aku masuk kedalam kamar dan membaringkan tubuh ku sambil berFikir sosok laki-laki yang bersama ka chaca tadi .
“ Itu kan laki-laki yang tadi aku tabrak ? kok dia kenal ka chaca ? fikiranku saat itu semakin kacaw
Aaaahhh , hatiku mengapa jadi gundah gulana ? padahal aku baru pertama kali bertemu dengan dia , tapi mengapa ada Rasa yang begitu berbeda dalam hatiku ? Rasanya aku jatuh cinta padanya ,mungkinkah dia CINTA PERTAMAKU ?
TIDAK , apa mungkin ? jika Iya aku senang , dia memang laki-laki yang aku impikan sejak dulu . tapi ada hubungan apa dia dengan ka chaca ? Apa mungkin dia pacar baru ka chaca ? sepertinya tidak mungkin , bagaimana dengan ka Mongky ? apa sudah putus ? kalo Pun Iya , aku tidak percaya dan sangat disayangkan , menurutku ka Mongky orang yang setia dan baik terhadap pacaranya .
***
“ Tok , Tok , Tok “ , ada yang mengetuk pintu kamarku , siapa ? gumamku
“ Masuk , eh ka chaca ! kenapa ka ? “
ternyata kak chaca , aku langsung bangun dari baringanku dan menghampiri kaka yang duduk di sofa yang berada dikamarku . aku duduk disebelahnya dan menanyakan sosok laki-laki itu .
“ Ka dia siapa ? , jangan bilang dia ... “
kaka tersenyum senang , “ dia pacar gue sya “
Betapa kaget nya aku , ketika tau sosok laki-laki impianku ternyata pacar ka chaca ! hancur lebur harapanku untuk lebih dekat dengannya .
“ Oh ya ? , kok bisa ? ka mongky ? tanya ku
“ aduh , lo cerewet ! gue sama mongky udah putus 1 bulan yang lalu ! sory gue lupa cerita sama loe , mongki terlalu sibuk dengan kerjaannya . sampe-sampe gak da waktu buat gue ! “ Jelas ka chaca saat itu yang membuatku semakin patah arang
“ Ya udeh , gue masuk kamar dulu bye bye “
Ka chaca terlihat bahagia dengan pacar barunya , mungkin pacar barunya lebih punya banyak waktu luang ketimbang ka mongky .
aduh aku lupa lagi , kenapa gak nanya namannya coba ? Ahhh sudahlah jangan difikirkan , dia itu bukan untukku , dia itu pacar ka chaca , aku tidak boleh mengharap lebih pada sosok laki-laki itu .
***
Hari ini hari senin , tak biasnya aku tak bersemangat ! apa mungkin karna kejadian kemarin ? Ayolah tasya jangan seperti ini . ini memang kenyataan yang harus kamu sadari bahwa dia bukan laki-laki yang tuhan kirimkan untukkmu .
Disekolah aku lebih banyak melamun , sampai-sampai sahabtku Bebi sedikit aneh dengan tingkahku yang tak biasnya .
“ Wey sya , loe kenapa ?”
lamunan ku Buyar dengan kedatang bebi yang mengagetkan ku .
“ gak apa-apa kok “ jawabku datar
Bebi menatap wajahku cukup lama dan aneh ! ya mungkin dia heran dan bertanya – tanya ada apa dengan ku ini ?
“ Kenapa ? cerita dong ? “ Pinta bebi
Aku diam sejenak dan akhirnya aku memutuskan untuk bercerita pada bebi agar sedikit beban ku berkurang . sudah ku duga , bebi akan mentertawaiku .
“ Hahahha , sya loe serius ? bukannya lo gak mau pacaran dulu , Iya kan ? “ Ledek bebi padaku
Aku hanya diam , aku juga tak mengerti apa yang terjadi pada ku ! mengapa sosok laki-laki itu mampu membiusku sampai seperti ini.
Didalam kelas , Kespek mengumumkan akan adanya Guru Baru + Anak pemilik Sekolahan ini , aku sedikit tidak perduli dengan ucapan kespek dan masih sedih memikirkan yang kemarin . bebi menyenggol tanganku , aku masih tak bergeming dan tak memperdulikannya .
sampai pada saatnya , Bebi memanggilku dengan nada kesal
“ Tasyaaa “
aku melirik pada bebi , dan melihat wajahnya ! yah aku masih lemas tak berdaya . bebi seperti memberi isyarat sesuatu padaku . matanya berkedip –kedip ada apa fikirku ?
Akhirnya setelah sekian lama melamun dan fikiran melayang kemana – mana , aku menghadapkan wajahku kedepan , aku fikir kepala sekolah masih dikelas, nyatanya tidak , sekarang yang ada didepanku ada seorang laki-laki yang tadi diceritakan kespek .
aku malu , sepertinya Guru itu memperhatikan ku sedari tadi yang melamun . aku menunduk tak percaya .
“ Kamu yang disitu , coba kedepan “ kata pak guru padaku
namun herannya , aku yang dipanggil kok bebi yang nyaut ?
“ Iya pak saya , kenapa ? kata bebi sambil berdiri
“ Bukan kamu , tapi sebelah kamu ! “
haha , bebi malu ! , aku deg-degan ! aku berjalan menghampiri guru tersebut dengan perasaan gak karuan , aku takut dimarahi .
“ Siapa nama kamu ? saya perhatikan sedari tadi kamu melamun , ada apa ? tanya guru itu
Aku gelagapan menjawab pertanyaan guru tersebut . asal kalian tau dia itu pacar kakaku ! aku masih tidak percaya ternyata dia seorang guru .
“ Ak .. akuu Tasya “
“ Ohh , nama panjangan ? “
“ Tasya Manikam Lumanto “ katakku
“ Nama yang cantik , seperti Orangnya “
Oooh tidak percaya , dia berkata seperti itu ! pantasan saja bebi dari tadi centil , ternyata gurunya ganteng toh .
***
setelah pelajaran selesai aku tidak kemana mana , aku hanya diam di kelas ! bebi mengajaku untuk ke kantin namun aku menolak , aku lebih memilih untuk membaca buku .
setelah bebi pergi , tiba-tiba aku seperti mendengar langkah seseorang masuk kedalam kelasku . Ya ternyata Laki-laki idamanku . namanya “ INDRA KARINA TEGUH JAYA “ selain menjadi guru dia juga mempunyai sebuah CAFE ternama dijakarta , Namanya Iktjs Cafe . Luaaar Biasa masih muda sudah sukses fikirku sambil tersenyum .
“ Kok senyum ? “ ucap Pak indra membuyarkan semuanya
“ Oooh gak kok pa, kataku malu “
Pak indra tersenyum padaku , lalu dia duduk di sebelah bangku ku ,
“ Jangan panggil Pak , Indra aja oke ? “ Pinta indra saat itu
Aku mengangguk dan masih tak percaya indra laki-laki yang aku fikirkan dari kemarin sekarang ada didepanku .
“ kamu adiknya chaca kan ? “ Tanya indra
“ Iya , kamu pacarnya kan ? “
Indra hanya tersenyum , dia tak menjawab pertanyaanku .
“ Oh iya , pulang sekolah ada waktu ? aku ingin mengenal mu lebih dekat “ kATa indra membuatku semakin tak percaya
“ A .. aaah .. Ya aku bisa “
Indra tersenyum , lalu indra pergi dari ruangan kelas , tidak lama kemudian bebi datang dengan sejuta penasaran .
“ Tadi Pak indra kaya kesini , bener gak sya ? jangan-jangan loe ada main hayoooo “ kata bebi mencurigaiku
disitu , jujur aku sudah tidak bisa menahan tawa kebahagian , disitu aku bahagia dan aku jujur kepada bebi tentang semuanya . bebi sedikit terlihat kecewa , ternyata indra gebeta aku .
“ Yahhh , patah hati gue , Hufttt “
Aku mengusap usap rambut bebi , aku bilang “ jangan maruk beb, kamu kan udah punya Vigro “ !
“ Oh iya , ayang gogo ampe lupa “ Hihiihihih
***
setelah pulang sekolah , aku diantarkan oleh indra dengan Mogenya , aduh rasanya aku tidak percaya dengan semua itu . indra menyuruhku untukku memeluknya dengan erat agar tidak terjatuh , aku sih menurutinya ! seperti nya aku lupa dengan perjanjianku tidak akan pacaran sebelum lulus sma , dan aku juga lupa kalo indra itu pacar kakaku .
Indra membawaku ke mall , aku bertanya untuk apa ? indra hanya tersenyum lalu menggandeng tanganku sambil berjalan . aku senang dan tak percaya , aku berfikir kalo dia juga membalas semua perasaanku .
Tibalah aku disebuh Toko boneka , indra menyuruhku mengambil Boneka sesuka hati aku , aku sedikit bengong , aku tidak bisa memilih ! semuanya bagus . akhrinya indra yang memilihkan untkku , Boneka SAPI yang SUPER BESAR !
“ suka ? “ tanya indra padaku
aku mengangguk , aku tak pecaya indra tau boneka kesukaanku !
“ Makasih “ kataku sambil memeluk si KEBI .
Oh iya indra membelikan ku 2 boneka sapi , indra memberi nama boneka Itu
“ KEBI dan KEBO “
Ih nama yang lucu dan agak aneh , tapi tak peduli lah aku senang dengan semua itu. aku juga tak menyangka kalo aku akan secepat ini dekat dengan indra .
***
5 Bulan sudah Aku dekat dengan indra tanpa sepengetahuan kaka ku , aku tidak tau apa reaksi ka chaca jika tau aku sekarang dekat dengan Indra . aku tidak menyangka saat itu indra mengungkapkan perasaanya padaku , Indra bercerita padaku , awal Indra bermain ke rumahku , dia sudah melihatku lebih dulu dan menyukaiku , namun aku tidak sadar akan hal itu . dan yang lebih mengagetkan lagi ternyata indra mendekati ka chaca hanya untuk tau Tentang aku saja , selebihnya berarti indra hanya mempermainkan kakaku ?
Aku sedikit kecewa , aku kasian sama ka chaca , bagaimana kalo dia sampai tau yang sesungguhnya ? mungkinkah dia akan membenci aku ?
sampai pada waktu nya tiba , aku harus jujur dengan semua ini , aku harus jujur kalo aku sudah jadian dengan indra 1 bulan yang lalu . aku akuin aku memang jahat , aku menusuk kakaku dari belakang ! cinta memang bisa membuatku melakukan hal yang tak terduga .
aku sempat bingung dan akan mundur saja setelah mendengar pengakuan kakaku yang begitu amat mencintai Indra , aku tak tau apa jadinya jika aku jujur .
“ Ka , ada yang mau aku omongin “
“ Apa ? “ kata ka chaca
aku ragu dan sedikit takut , “ sebenernya akuuu ..... “
Ah sial hape kakaku berbunyi sehingga pembicaraan kami terpotong .
“ sya , kaka pamit dulu , nanti aja dilanjut okey “ kata ka chaca seperti menggambarkan rasa kebahagian
Disitu aku takut kalo yang menelefon indra , aku coba balik menghubungi dia , namun sialnya handphone nya tidak aktif . aku ketakutan begitu saja , sampai akhirnya aku memutuskan untuk tidur.
***
pagi harinya , aku merasa ada yang aneh dengan sikap ka chaca , di meja makan ia hanya diam , tak seperti biasanya ! aku merasa kaku dengan sikap ka chacha , aku ingin menyapanya , tapi .. aku sedikit ragu ! akhrinya aku hanya diam dan membisu , selama di meja makan aku tak berani menatap wajahnya .
“ Aku pergi dulu “ Ucap ka chaca mengagetkanku
aku hanya memperhatikan gerak geriknya , aku heran ada apa dengannya ? ini tak biasanya , apa mungkin semalam ia bertemu dengan indra dan sudah tau semuanya ? kalo pun ia tau semunya , aku yakin dia akan marah padaku lebih dari ini ... Mungkin ka chaca sedang Bad mood .
Disekolah aku masih memikirkan ka chaca , aku takut kalo dia sudah tau kenyataannya ! ditengah perjalan ku menuju kelas aku bertemu dengan Indra , aku hanya menunduk , aku berusaha menghindra darinya , aku sudah bertekad untuk jauh-jauh dari indra , aku tidak ingin mengecewakan ka chaca .
“ Sya , ada yang mau aku Omongin “ Ucap Indra padaku
“ Apa ? “
“Tidak bisa disini , sekarang ikut aku “
Indra menarik tanganku dan membawaku ke parkiran , aku berfikir ada apa ini ? aku mau sekolah , tapi indra memaksaku pergi dengannya , aku tidak bisa berbuat apa-apa .
diperjalan aku hanya diam , begitupun indra! sampai pada saatnya tibalah aku di sebuah tempat yang sudah tak asing lagi
“ Loh , ini kan rumahku ? “ Kataku keheranan dan sedikit resah
“ Iya ini rumah mu , kenapa ? gak usah kaget gitu dong sya “
Indra merangkul ku , tapi aku menolak ! aku takut ka chaca melihatnya . tapi kenapa indra cuek saja ? apa dia tidak takut ka chaca akan melihat adegan ini ?
Didepan pintu rumah aku diam sejenak , ada apa ini ? apa indra sudah bilang ?
“ Tunggu , kamu ngapain bawa aku kesini ? JANGAN GILA “ kataku sedikit cemas
“ Iya , aku mau jelasin sama kaka kamu kalo kita udah jadian ! lagi pula ini sudah tidak bisa lagi disebunyikan , aku sudah tidak tahan sya ! “
Indra gila , saat itu juga aku langsung menarik tangan indra untuk pergi dari rumahku , namun tetap saja indra bertahan dengan pilihanya . aku menangis , aku gak mau ka chaca marah besar dan membenci ku , lebih baik aku yang mengaalah . mendengar aku berucap seperti itu indra langsung memeluku begitu erat , dia mengatakan AKU CINTA KAMU , sekarang , esok dan seterusnya ! selama aku berNyawa aku akan selalu mencitaimu .
Aku tertegun mendengar ucapannya , lagi – lagi aku terharu ! tapi aku ingat dengan ka chaca , bagaimana dengan dia ? aku teringat ucapannya semalam kalo dia sangat amat mencintai indra .
saat itu aku seperti mendengar seseorang membukakan pintu , sudah kuduga itu ka chaca ! ka chaca melihat aku berpelukan dengan indra , aku segera melepaskan pelukanku . aku menunduk , aku langsung berlutut pada ka chaca dan meminta maaf padanya , aku tidak bermaksud menghianatinya .
tapi aku mendengar ka chaca mentertawakanku , begitu pun indra , apa aku yang dipermainkan oleh ka chaca dan indra ? apa indra hanya mempermainkanku yang hanya seorang anak kecil yang tidak tau akan cinta yang sesungguhnya ?
ka chaca membangunkanku , lalu dia memeluku ! aku heran , kenapa ?
“ Sya , kaka gak marah kok , kaka udah tau semuanya “
aku melepaskan pelukan ka chaca , aku menatap mata ka chaca dan indra , aku sedikit tertawa !
“ Jadi ... ? “
Iya , ka chaca hanya mengangguk ! aku sangat mengerti dengan isyarat yang diberikan ka chaca .
aku kesal dengan indra , ternyata malam itu saat ka chaca menerima telefon itu dari indra , dan disitu indra menjelaskan semuanya . ternyata ka chaca tidak marah dengan pengakuan indra , ka chaca juga jujur pada indra bahwa sebenarnya kakakku hanya menjadikannya sebuah pelampiasan , ia masih cinta dengan ka mongky , ka chaca sadar ka mongky lah orang yang mengerti dia satu-satunya meski ka mongky selalu sibuk dengan urusannya .
aku menatap wajah indra , tiba-tiba saja indra mengendongku dari samping , lalu dia berputar putar sambil menggendongku . seperti film india saja fikirku
“ Indra aku pusing “
tapi indra tak memperdulikanku , saking senengnya kami sampai terjatuh dan aku menindih badan indra , aku menatap wajahnya , aku mau sekali. suasana saat itu sangan deg-degan dan romantis , ka chaca yang melihatnya mentertawakanku , aku malu dan hanya tersenyum senang. lalu indra membisikan pada telingaku
“ i Love you sya “
aku tersenyum dan membalas jawabannya
“ love You too “
Dalam 2 Jam di Malam Minggu
“Hmmm.... Malam yang indah”, keluh ringan sambil kupingin MP3 via headset lewat hape SE W380i di telinganya (Zi merasakan itu pada malam Minggu yang selalu di rayakannya sendiri tanpa teman maupun pacar di teras rumah kosnya).
Yupp! Malam Minggu. Sebenarnya dia trauma dengan malam Minggu. Ya... tau sendiri lah kenapa. Itu mengingatkan dia akan kejadian yang telah merenggut cinta pertamanya. Tapi gak setiap malam Minggu dia sedih. Itu semua di dukung bila Zi merasakan betapa sepi hidup sendiri. Bukannya dia tidak ingin hang-out bareng teman-temannya, tapi karna dia lebih baik sendiri menyepi seperti itu dari pada jadi kambing congek ato orang bilang jaga nyamuk (derita banget ya. Hahahaha). Yupp! Itulah istilah bagi orang yang nemenin orang lagi pacaran. Menurut Zi, itu keadaan yang sangat menyedihkan dan membuat dia terpuruk sekali.
Tak perlu kau tanya lagi
Siapa pemilik hati ini
Kau tau....
Pasti dirimu....
Tolong lihat aku
Dan jawab pertanyaan ku
Mau dibawa kemana hubungan kita...
Jika kau terus menunda-nunda
Dan tak pernah nyatakan........
“Cinta”.
“Suara siapa tuh! Paling juga Bang Naldi, anaknya buk kos. Diakan emang gitu selalu nyamber aja kalo ada orang nyanyi-nyanyi”.
Mau dibawa kemana hubungan kita...
Jika kau terus menunda-nunda
Dan tak pernah nyatakan....... Mau di Bawa Kemana - Armada
“Cinta”, suara itu nyamber untuk kedua kalinya.
“Ihh Bang Naldi ini seneng kali lah gangguin Zi. Zi taunya suara bang tu lebih oke dari Zi. Huuuuh! Dasar!”, oceh Zi tanpa menghiraukan siapa yang berdiri di bibir pintu.
“Zi...”, panggil cowok yang menguntit nyanyiannya itu namun Zi mengabaikannya.
“Zi...”. lagi-lagi Zi menghiraukannya dan tetap menggoyangkan kepala, jari tangan dan menghentakkan kaki reaksi betapa enaknya lagu yang didengarnya.
“Zi!!!”, co itu mengeraskan suaranya.
“Kenapa abang!!!???”, jawab Zi kaget sambil melepaskan headset sebelah kanannya dan menoleh ke belakang.
“Rio???”, mata Zi terbelalak dan Zi lebih kaget serta penuh keheranan melihat makhluk adam yang sedang tersenyum malihat reaksinya.
Rio. Dia itu adalah mantan Zi setengah tahun yang lalu. Rio itu orangnya baik, ramah, romantis, smart dan berfikiran dewasa. Cowok yang bernama lengkap Rio Zein ini teman satu kampusnya Ardi, temen Zi yang dia kenal semasa SMP dan dia juga yang ngasi nomor hape Zi ke Rio. Dan cowok tinggi plus supel ini berhasil ngedapatin hati Zi setelah pe-de-ka-te selama 1 bulan doang. Kebayangkan gimana Zi klepek-klepek di bikinnya di mulai dari puisi tiap pagi, siang, sore dan malam via sms dan extra perhatian yang dicurahkan Rio buat Zi. Sayangnya Hubungan yang mereka rajut tidak bertahan lama. Dihari ke 5 pacaran, setelah sehari mereka jalan bareng, Rio memutuskan Zi tanpa alasan yang pasti via sms. Namun Zi nerima itu dengan sikap yang dewasa. Semenjak itu Rio tidak pernah lagi berkomunikasi apalagi menemui Zi. Itulah sebabnya Zi sangat kaget dengan kedatangannya malam ini. “
Iya zi, ini Rio”, sahut Rio dengan gantle.
“Duduk io. Ntar pendarahan pulak. Kan Zi juga yang repot. Habis rumah Rio kan jauh dari sini. Hehehehe. Gak kok becanda”, canda Zi yang selalu ingin di setiap suasan rame apalagi dengan keadaan yang bakalan canggung ini, pikirnya.
Rio tersenyum dengan sindiran Zi barusan. “Ya elah... malah bengong. Ayo duduk Io.”
“Iya Zi”, Rio segera duduk di kursi sebelah Zi.
“Kok Rio tiba-tiba ada di sini si? Ngagetin aja. Cari siapa dan ada perlu apa ni? Mmmm... coba Zi tebak ya. Pasti pacar Rio anak kos sini ya? Rio kesini mau ngapelin dia ya kan? Siapa namanya Io, mana tau teman berantem Zi di sini. Kamar berapa. Blok berapa”, tanyak Zi penasaran dengan penuh semangat walaupun hatinya gag se-semangat ucapannya.
“Hehehehehe... kebanyakan ya pertanyaannya. Heheheheh....,” tambah Zi sembari menggelus-elus tengkuknya saking saltingnya.
“Gak kok Zi. Rio itu kesini cari Zi dan pasti perlunya juga sama Zi”, jawab Rio santai.
“Zi??? Emang Zi ada hutang ya sama Rio. Perasaan gag deh”, keheranan yang ditunjukkan Zi dengan mengerutkan kening dan menggigit bibirny.
“Zi ini memang gak pernah berubah ya. Humornya tetep aja masih eksis”.
“Ya habis Zi bingung aja gitu sama kedatangan Rio yang macam setan ini. tiba-tiba nongol di depan pintu. Pikir Zi siapa eh rupanya siapa. Emang ada apaan Riooo????”.
“Ehm. Ehm. Hahahahausss!!!!”, sindir Rio.
Sindiran Rio yang berhasil dimengerti dan sekaligus mematahkan penasaran Zi namun sifat tak mau kalah Zi berhasil mematikan sindiran Rio. “Mmmm.... Gak lihat apa Zi lagi berdiri. Inikan mau balik ke kamar ambil minum buat Rio. Tunggu bentar ya”, Zi segera jalan namun sambil menundukkan kepalanya sebagai simbol rasa malu.
“Ayo Io diminum, gak usah malu-malu. Silahkan”, tawar Zi menyuguhkan secangkir minuman dingin.
“Iya Zi. Makasih ya”.
“Ehm. Ehm. Uhukhukhuk!”, batuk sengaja.
“Kenapa Zi? Ni minum dulu”, tawar Rio dengan minuman yang dipegangnya.
“hehehe... Eng... eng... gak... enggak kok Io, gak apa-apa”, jawab Zi ragu dengan sindiran yang di berikannya agar Rio segera mengatakan apa maksud kedatanganny.
“Well”, ucap cowok itu singkat dan meneguk minumannnya. Diam. Zi gak tau mesti mulai dari mana. Mencari kesibukan lewat hape yang di pegangnya. Sementara Rio tak mau kalah dengan Zi. Dirogohnya kantong celana untuk mengambil hape. Saling sibuk mengutak-atik hape. Hening semenit. Suara sepeda motor lalu lalang menjadi latar suara.
“Hhhmmmm…..,” dengus Zi.
“Kenapa Zi?,” Rio penasaran.
“Ini. Hape Zi sepi pelanggan. Nggak ada begetar. Nggak da pesan or telfon masuk. Biasanya ramelah….”
Rio terdiam. Mengerutkan keningnya. Menyipitkan kedua matanya sesekali melirik keraut wajah bosan Zi. Tak lama, tersenyum. Kembali menatap layar hape.
Hape Zi bergetar. Dibetulkannya posisi duduknya. Mencari PW. Lekas dia membuka kunci HandPhonenya. “Nomor baru??? Siapa ya… Hmmm….,” penasaran. Sedangakn Rio memerhatiin tingkah Nezi yang alangkah senang mendapatkan Handphonenya berfungsi sesuai yang dinginkannya.
From : 087800997754
To : 083193327587
Hi Nezi…
Q tau kamu lagi bosan,
mknya q sms kamu.
From : 083193327587
To : 087800997754
Hi juga…
Kok kamu tau q lagi bosen???
Emang kamu siapa?
From : 087800997754
To : 083193327587
Ya taulah…
Q kan selalu memperhatikanmu.
Kamu aja yang gak sadar.
Hhmmm….
Q orang yang masih sayang sama mu.
From : 083193327587
To : 087800997754
Thankz. Dah merhatiin q.
Yang masih sayang???? S
iapa sih ya??
From : 087800997754
To : 083193327587
Penasaran ya…
Zi tak membalas pesan singkat itu. Tak henti otaknya berputar dengan identitas si pengirim pesan misterius itu. “Rio, tau no ini gak?” menyodorkan layar HandPhone. Rio menggelengkan kepalanya. Diletakknya HandPhonenya di meja.
“Udah ditanya itu siapa?” Rio penasaran.
“udah Io, tapi dia gag kasih tau.”
“Kok gag di balas smsnya?” “
Males ah…. Paling orang iseng gaje gitu yang ngerjain Zi.”
“Ngerjain gimana? Emang sms paan?”
“Katanya, dia orang yang selalu memperhatikan Zi dan orang yang masih sayang sama Zi.”
“Ouh ya…. Nanti emang iya. Nyesel loh.”
“Kok nyesel pulak?”
“Iyalah, Zi gag tau siapa yang dah jadi penggemar rahasia Zi.”
“Salah Io, yang mestinya nyesel itu ya dia. Kalo emang bener dia sayang ma Zi, pasti dia gak mau Zi diambil orang lain dan otomatis dia terus berusaha untuk deket sama Zi. Kalo Zi mah biasa aja. Penasaran juga sih. Tapi bukan salah Zi kalo suatu saat Zi jadian sama cowok lain. Iya kan????”
“Hmmm…. Iya juga ya….”
Selang beberapa detik Hape Zi didatangi pesan baru dari si pengirim pesan misterius.
From : 087800997754
To : 083193327587
Kok gak dibalas sms q??
Marah ya? Maaf deh…
From : 083193327587
To : 087800997754
Gak kok Zi gag marah…
Paling kamu orang yang iseng negerjain q kan??
Udah deh ngaku z… Iyakan….
Udah deh, kalo kek gini q males sms-an sama kamu. Da….
From : 087800997754
To : 083193327587
Yang q omongin semua itu beneran.
Q serius Zi.
From : 083193327587
To : 087800997754
Truss…. Kamu siapa????
Kalo kamu masih tetap z gak kasih tau siapa kamu, berarti bener kamu ngerjain Q.
Dan ini balasan sms terakhir dari q.
From : 087800997754
To : 083193327587
Ok. Zi, Ni Rio.
Rio mantanmu, Rio yang sudah menyia-nyiakan orang sebaik dirimu, Rio yang masih sayang samamu dan Rio yang sekarang duduk disebelahmu.
From : 083193327587
To : 087800997754
GAK MUNGKIN….
“Mungkin Zi.” Balas Rio langsung dari mulutnya.
“Tapi……..????” Zi speechless.
“Zi, Rio masih sayang sama kamu. Rio minta maaf dengan kejadian yang lalu-lalu. Rio mau nebus semua kesalahan Rio dengan menjaga Zi seutuhnya dan memberikan yang terbaik dengan tulus semampu Io.” Ungkap hati Rio.
“Zi dah maafin Io kok.”
“Trus??” Rio cemas.
“Trus apanya?”, Zi bingung.
“Masih ada tempatkan di hati Zi buat Io?” was-was.
Zi menganggukkan kepalanya sambil tersenyum senang. Spontan Rio memeluk Zi dengan segenap kasih sayangnya.
Yupp! Malam Minggu. Sebenarnya dia trauma dengan malam Minggu. Ya... tau sendiri lah kenapa. Itu mengingatkan dia akan kejadian yang telah merenggut cinta pertamanya. Tapi gak setiap malam Minggu dia sedih. Itu semua di dukung bila Zi merasakan betapa sepi hidup sendiri. Bukannya dia tidak ingin hang-out bareng teman-temannya, tapi karna dia lebih baik sendiri menyepi seperti itu dari pada jadi kambing congek ato orang bilang jaga nyamuk (derita banget ya. Hahahaha). Yupp! Itulah istilah bagi orang yang nemenin orang lagi pacaran. Menurut Zi, itu keadaan yang sangat menyedihkan dan membuat dia terpuruk sekali.
Tak perlu kau tanya lagi
Siapa pemilik hati ini
Kau tau....
Pasti dirimu....
Tolong lihat aku
Dan jawab pertanyaan ku
Mau dibawa kemana hubungan kita...
Jika kau terus menunda-nunda
Dan tak pernah nyatakan........
“Cinta”.
“Suara siapa tuh! Paling juga Bang Naldi, anaknya buk kos. Diakan emang gitu selalu nyamber aja kalo ada orang nyanyi-nyanyi”.
Mau dibawa kemana hubungan kita...
Jika kau terus menunda-nunda
Dan tak pernah nyatakan....... Mau di Bawa Kemana - Armada
“Cinta”, suara itu nyamber untuk kedua kalinya.
“Ihh Bang Naldi ini seneng kali lah gangguin Zi. Zi taunya suara bang tu lebih oke dari Zi. Huuuuh! Dasar!”, oceh Zi tanpa menghiraukan siapa yang berdiri di bibir pintu.
“Zi...”, panggil cowok yang menguntit nyanyiannya itu namun Zi mengabaikannya.
“Zi...”. lagi-lagi Zi menghiraukannya dan tetap menggoyangkan kepala, jari tangan dan menghentakkan kaki reaksi betapa enaknya lagu yang didengarnya.
“Zi!!!”, co itu mengeraskan suaranya.
“Kenapa abang!!!???”, jawab Zi kaget sambil melepaskan headset sebelah kanannya dan menoleh ke belakang.
“Rio???”, mata Zi terbelalak dan Zi lebih kaget serta penuh keheranan melihat makhluk adam yang sedang tersenyum malihat reaksinya.
Rio. Dia itu adalah mantan Zi setengah tahun yang lalu. Rio itu orangnya baik, ramah, romantis, smart dan berfikiran dewasa. Cowok yang bernama lengkap Rio Zein ini teman satu kampusnya Ardi, temen Zi yang dia kenal semasa SMP dan dia juga yang ngasi nomor hape Zi ke Rio. Dan cowok tinggi plus supel ini berhasil ngedapatin hati Zi setelah pe-de-ka-te selama 1 bulan doang. Kebayangkan gimana Zi klepek-klepek di bikinnya di mulai dari puisi tiap pagi, siang, sore dan malam via sms dan extra perhatian yang dicurahkan Rio buat Zi. Sayangnya Hubungan yang mereka rajut tidak bertahan lama. Dihari ke 5 pacaran, setelah sehari mereka jalan bareng, Rio memutuskan Zi tanpa alasan yang pasti via sms. Namun Zi nerima itu dengan sikap yang dewasa. Semenjak itu Rio tidak pernah lagi berkomunikasi apalagi menemui Zi. Itulah sebabnya Zi sangat kaget dengan kedatangannya malam ini. “
Iya zi, ini Rio”, sahut Rio dengan gantle.
“Duduk io. Ntar pendarahan pulak. Kan Zi juga yang repot. Habis rumah Rio kan jauh dari sini. Hehehehe. Gak kok becanda”, canda Zi yang selalu ingin di setiap suasan rame apalagi dengan keadaan yang bakalan canggung ini, pikirnya.
Rio tersenyum dengan sindiran Zi barusan. “Ya elah... malah bengong. Ayo duduk Io.”
“Iya Zi”, Rio segera duduk di kursi sebelah Zi.
“Kok Rio tiba-tiba ada di sini si? Ngagetin aja. Cari siapa dan ada perlu apa ni? Mmmm... coba Zi tebak ya. Pasti pacar Rio anak kos sini ya? Rio kesini mau ngapelin dia ya kan? Siapa namanya Io, mana tau teman berantem Zi di sini. Kamar berapa. Blok berapa”, tanyak Zi penasaran dengan penuh semangat walaupun hatinya gag se-semangat ucapannya.
“Hehehehehe... kebanyakan ya pertanyaannya. Heheheheh....,” tambah Zi sembari menggelus-elus tengkuknya saking saltingnya.
“Gak kok Zi. Rio itu kesini cari Zi dan pasti perlunya juga sama Zi”, jawab Rio santai.
“Zi??? Emang Zi ada hutang ya sama Rio. Perasaan gag deh”, keheranan yang ditunjukkan Zi dengan mengerutkan kening dan menggigit bibirny.
“Zi ini memang gak pernah berubah ya. Humornya tetep aja masih eksis”.
“Ya habis Zi bingung aja gitu sama kedatangan Rio yang macam setan ini. tiba-tiba nongol di depan pintu. Pikir Zi siapa eh rupanya siapa. Emang ada apaan Riooo????”.
“Ehm. Ehm. Hahahahausss!!!!”, sindir Rio.
Sindiran Rio yang berhasil dimengerti dan sekaligus mematahkan penasaran Zi namun sifat tak mau kalah Zi berhasil mematikan sindiran Rio. “Mmmm.... Gak lihat apa Zi lagi berdiri. Inikan mau balik ke kamar ambil minum buat Rio. Tunggu bentar ya”, Zi segera jalan namun sambil menundukkan kepalanya sebagai simbol rasa malu.
“Ayo Io diminum, gak usah malu-malu. Silahkan”, tawar Zi menyuguhkan secangkir minuman dingin.
“Iya Zi. Makasih ya”.
“Ehm. Ehm. Uhukhukhuk!”, batuk sengaja.
“Kenapa Zi? Ni minum dulu”, tawar Rio dengan minuman yang dipegangnya.
“hehehe... Eng... eng... gak... enggak kok Io, gak apa-apa”, jawab Zi ragu dengan sindiran yang di berikannya agar Rio segera mengatakan apa maksud kedatanganny.
“Well”, ucap cowok itu singkat dan meneguk minumannnya. Diam. Zi gak tau mesti mulai dari mana. Mencari kesibukan lewat hape yang di pegangnya. Sementara Rio tak mau kalah dengan Zi. Dirogohnya kantong celana untuk mengambil hape. Saling sibuk mengutak-atik hape. Hening semenit. Suara sepeda motor lalu lalang menjadi latar suara.
“Hhhmmmm…..,” dengus Zi.
“Kenapa Zi?,” Rio penasaran.
“Ini. Hape Zi sepi pelanggan. Nggak ada begetar. Nggak da pesan or telfon masuk. Biasanya ramelah….”
Rio terdiam. Mengerutkan keningnya. Menyipitkan kedua matanya sesekali melirik keraut wajah bosan Zi. Tak lama, tersenyum. Kembali menatap layar hape.
Hape Zi bergetar. Dibetulkannya posisi duduknya. Mencari PW. Lekas dia membuka kunci HandPhonenya. “Nomor baru??? Siapa ya… Hmmm….,” penasaran. Sedangakn Rio memerhatiin tingkah Nezi yang alangkah senang mendapatkan Handphonenya berfungsi sesuai yang dinginkannya.
From : 087800997754
To : 083193327587
Hi Nezi…
Q tau kamu lagi bosan,
mknya q sms kamu.
From : 083193327587
To : 087800997754
Hi juga…
Kok kamu tau q lagi bosen???
Emang kamu siapa?
From : 087800997754
To : 083193327587
Ya taulah…
Q kan selalu memperhatikanmu.
Kamu aja yang gak sadar.
Hhmmm….
Q orang yang masih sayang sama mu.
From : 083193327587
To : 087800997754
Thankz. Dah merhatiin q.
Yang masih sayang???? S
iapa sih ya??
From : 087800997754
To : 083193327587
Penasaran ya…
Zi tak membalas pesan singkat itu. Tak henti otaknya berputar dengan identitas si pengirim pesan misterius itu. “Rio, tau no ini gak?” menyodorkan layar HandPhone. Rio menggelengkan kepalanya. Diletakknya HandPhonenya di meja.
“Udah ditanya itu siapa?” Rio penasaran.
“udah Io, tapi dia gag kasih tau.”
“Kok gag di balas smsnya?” “
Males ah…. Paling orang iseng gaje gitu yang ngerjain Zi.”
“Ngerjain gimana? Emang sms paan?”
“Katanya, dia orang yang selalu memperhatikan Zi dan orang yang masih sayang sama Zi.”
“Ouh ya…. Nanti emang iya. Nyesel loh.”
“Kok nyesel pulak?”
“Iyalah, Zi gag tau siapa yang dah jadi penggemar rahasia Zi.”
“Salah Io, yang mestinya nyesel itu ya dia. Kalo emang bener dia sayang ma Zi, pasti dia gak mau Zi diambil orang lain dan otomatis dia terus berusaha untuk deket sama Zi. Kalo Zi mah biasa aja. Penasaran juga sih. Tapi bukan salah Zi kalo suatu saat Zi jadian sama cowok lain. Iya kan????”
“Hmmm…. Iya juga ya….”
Selang beberapa detik Hape Zi didatangi pesan baru dari si pengirim pesan misterius.
From : 087800997754
To : 083193327587
Kok gak dibalas sms q??
Marah ya? Maaf deh…
From : 083193327587
To : 087800997754
Gak kok Zi gag marah…
Paling kamu orang yang iseng negerjain q kan??
Udah deh ngaku z… Iyakan….
Udah deh, kalo kek gini q males sms-an sama kamu. Da….
From : 087800997754
To : 083193327587
Yang q omongin semua itu beneran.
Q serius Zi.
From : 083193327587
To : 087800997754
Truss…. Kamu siapa????
Kalo kamu masih tetap z gak kasih tau siapa kamu, berarti bener kamu ngerjain Q.
Dan ini balasan sms terakhir dari q.
From : 087800997754
To : 083193327587
Ok. Zi, Ni Rio.
Rio mantanmu, Rio yang sudah menyia-nyiakan orang sebaik dirimu, Rio yang masih sayang samamu dan Rio yang sekarang duduk disebelahmu.
From : 083193327587
To : 087800997754
GAK MUNGKIN….
“Mungkin Zi.” Balas Rio langsung dari mulutnya.
“Tapi……..????” Zi speechless.
“Zi, Rio masih sayang sama kamu. Rio minta maaf dengan kejadian yang lalu-lalu. Rio mau nebus semua kesalahan Rio dengan menjaga Zi seutuhnya dan memberikan yang terbaik dengan tulus semampu Io.” Ungkap hati Rio.
“Zi dah maafin Io kok.”
“Trus??” Rio cemas.
“Trus apanya?”, Zi bingung.
“Masih ada tempatkan di hati Zi buat Io?” was-was.
Zi menganggukkan kepalanya sambil tersenyum senang. Spontan Rio memeluk Zi dengan segenap kasih sayangnya.
Langganan:
Postingan (Atom)




