Senin, 16 Mei 2011

Surat Untuk Kekasih


Maaf, bukan maksudku untuk menjadikanmu boneka dalam kisah ini. Sungguh aku tak bermaksud seperti itu. Atas nama persahabatanlah aku lakukan semua ini. Bukan maksudku tak menggangapmu ada. Andai saja aku bisa mengatakan semua kenyataan ini. Biarlah gemuruh petir dan derasnya hujan di malam ini yang menjadi saksi. Maaf bukan maksudku merekayasa keadaan. Sungguh aku tak bermaksud mempermainkan takdir. Maaf, bukan maksudku membohongi nurani. Hanya saja aku tak sanggup melihat kenyataan. Apakah kau percaya bahwa tiap kisah cinta itu selalu happy ending? Aku tak pernah percaya itu. Adakalanya kisah cinta itu bukan happy ending. Apakah kau ingat kisah cinta Romeo and Juliet atau kisah cinta Laila Majnun? Jadi kau tak perlu khawatir. Tak selamanya kisah cinta selalu berakhir dengan senyuman.            Apakah kau tahu mengapa aku lebih memilih persahabatan daripada cinta? Pasti kau tahu apa jawabnya. Pengorbanan sahabatku untuk mendapatkan cintamu lebih besar. Aku sendiri yang melihatnya. Saat hujan deras di sore hari, ketika dia mendengar kau jatuh sakit, dia berlari tak meperdulikan hujan dan senandung petir yang bergemuruh. Padahal saat itu, tak ada satu kendaraan umumpun melintas. Dia terus berlari menuju rumahmu yang terletak tidak jauh dari taman kota tempat kita biasa menghabiskan waktu untuk melihat pelangi setelah hujan. Tapi sayang, saat itu kau sedang tertidur lelap dan dia tak berani mengusik alam mimpimu. Apa itu belum cukup untuk membuktikan cintanya? Oh ya, apa kau juga masih ingat ? Saat kau lupa membawa peralatan untuk melukis, padahal waktu itu kita sedang ujian praktek menggambar. Dia yang memberikan semua perlatan melukisnya untukmu. Dia rela dihukum di bawah terik matahari demi kau. Apa itu semua masih belum cukup?Maaf kalau aku tak pernah melakukan apa-apa demi kau. Karna itu, aku menginginkanmu untuk merajut kisah cintamu dengan sahabatku. Aku yakin kisah itu tak akan berakhir dengan air mata. Aku yakin Romeo and Juliet ataupun Lailai majnun tak akan terjadi pada kisah kalian. Yakinlah kasih! Bukan dengaku kisah itu akan berakhir bahagia. Anggaplah ini semua pengorbanan cintaku untukmu. Biarlah aku sendiri yang merasakan akhir yang menyedihkan. Karna ini adalah pengorbanan dan bukan kekalahan. Kau tak perlu khawatir. Jika kau perduli denganku, pergilah bersamanya dan ciptakan kisah cinta yang indah. Kelak jika waktu mempertemukan kita kembali, ceritakanlah kisah indah itu padaku. Agar aku percaya bahwa masih ada kisah cinta yang berakhir dengan senyuman. Jika waktu tak berpihak, biarlah kisah cinta yang indah itu terlukis pada rangkaian warna pelangi yang akan muncul setelah hujan atau terangkai pada nyayian pipit yang menyambut senyum sang mentari dan bersinar bersama cahaya kunang-kunang di tengah redupnya alam.            Kasih percayalah, Hujan kemarin sore akan memunculkan pelangi yang keindahannya kekal di hati tiap insan yang memiliki cinta. Tenanglah kasih! Jangan kau pedulikan tangisku karna ini tangis yang akan melahirkan pelangi adi warna. Aku yakin, dengan kelembutan dan kehangatan yang dimiliki sahabatku, pelangi itu akan selalu hadir di hatimu sebagai insan yang memiliki cinta.

Sprite Of Love


aku adalah seorang wanita dengan segala kelemahan aku..dan seorang anak yang sayang pada kedua orang tua ku.. kenapa harus ada pilihan antara kau atau keluarga ku.. " tuhan...kenapa kau berikan aku pilihan yang begitu menyakitkan... apa aku harus memilih dia..lelaki yang amat sangat aku sayangi..dan yang selalu memberi aku kasih sayang ... tapi aku harus mengkhianati pengorbanan orang tua ku terutama ibuku..yang selalu sabar mendoakan aku,... tuhan...kenapa pilihan ini begitu berat, sakit, aku tak berdaya... dan aku pun bersimpuh diatas sajadah....mata lebam..pikiran menerawang.. ya Dina harus memilih..dan ini pilahan yang menyakitkan untuk anak seusia nya..karna dia baru menginjak masa remaja...  Dina pun mengambil ponsel nya dan menelpon lelaki yang amat dia sayang... " Wendy..aku mau ketemu...di tempat biasa besok..' tiba lah hari itu,dimana dunia terasa berhenti..jantung rasa nya copot,separuh hati sudah hancur....satya pun datang... ada apa din, kenapa kamu gak sekolah......? maafin aku Wen..., maafin aku..maafin aku kita harus pisah aku gak mau kamu kenapa-napa..aku gak mau hidup kamu berantakan,karna aku.. semalam papah memberi ku pilihan kamu atau keluarga ku ...jika aku memilih mu papah akan bercerai dengan mamah...aku harus gimana wendy..dan papah pun mengancam kamu dan keluargamu tak akan di biarkan bahagia... kenapa..kenapa papah km bisa semarah itu..?..awal nya papah gak melarang untuk kita dekat...... ada beberapa anak buah papah yang bilang kalo kamu masih menggunakan narkoba.. jawab wendy..bener itu..jawab liat mata aku...kamu tau kan papah orang terpandang disini..dan papah yang selalu memerangi narkoba disini..sekarang aku..aku harus berhubungan dengan pecanda seperti kamu..itu yang membuat papah marah ... jawab wendy..kenapa diam..liat aku...kamu sayang kan sama aku... ' ya ..aku memang pecandu aku pernah bilangkan sama kmu.. dan aku sekarang berusaha untuk sembuh karna aku dapat semangat dari kamu..maaf..maaf... dina ... tolong aku wendy..aku sayang kamu..dan aku tau kamu pasti akan berubah bukan saja untuk aku tapi untuk masa depan kamu... dina..aku sayang kamu..lebih dari nyawaku..masa depan kamu masih panjang, aku gak mau merusak nya ini adalah hasil dari perbuatan aku dan aku harus siap..dina lupakan aku..kejar cita-cita mu kembali pada orang tua mu..aku janji..aku akan jemput kamu berama segala cita-cita kita berdua dan untuk kebahagian kita..... dengan rasa cintanya yang dalam wendy mengantar dina pulang..ia tak takut sedikit pun dengan apa yang akan terjadi nanti... ...tiba dirumah dina...wendy menemui papah dina..dengan nada yang keras papah dina memanggil anak buah nya untuk mengusir wendy... wendy pun berkata "omm..saya sayang pada dina..makanya saya berani menghadap om, saya gak mau merusak masa depan dina..karna saya tau om sangat sayang sama dina...saya janji om saya akan buktikan kalo saya akan menjadi seseorang yang om mau..dan dina mau...baiklah,om tunggu janji itu,jawab paph dina dengan datar wendy pun pergi..begitu saja...dengan hatinya yang sakit dan tekad yang kuat untuk menepati janji nya pada dina dan papah nya... sudah 2 bulan berlalu tak ada kabar dari wendy..ponselnya pun tak bisa di hubungi...hati dina cemas..kalut ..  5 bulan ..hingga 2 tahun berlalu... mesti terlihat dina sudah melupakan semua nya..tapi tidak dalam hati kecil nya ..sosok wendy tetap ada...hinga 3 tahun berlalu ..kini dina adalah seorang mahasiswi..tiba-tiba..ada sms.." hai dina apa kabar , aku tau kamu baik-baik saja ..dan aku sekarang di kampus kamu..aku tunggu kamu di parkiran campus..dekat kantin... dina pun bingung dan ia pun bergegas untuk pergi ketempat itu... wajah dina pucat,senyum nya pecah, butiran air matapun tumpah di pipi nya..ia berlari ketempat dimana sesorang yang selama ini dia rindukan itu bediri..dan menyambutnya dengan pelukan hangat... wendy....a..a..apa kabar..dengan terbata-bata dina bicara,,kamu kemana aja..kamu ada dimana..kenapa tidak pernah menghubungi aku..apa salah aku...? semua petanyaan yang selama ini ada di otak dina tertumpah kan.. dengan tenang wendy menjawab..aku ada dina..disetiap langkah kaki mu aku ada..aku tau dina kamu kemana dan dengan siapa,,karna aku selalu ada di hati kamu..dan sekarang aku datang untuk menjawab semua kegundahan hati kamu..aku mau jemput kamu..dengan mimpi-mimpi kita dulu dina..ini semua kulakukan untuk kamu, dan karna kamu aku mendapat semua ini... aku mau kerumah kamu dina..mau ketemu papah kamu..dan membuktikan janjiku pada nya... karna manusia pasti punya titik dmn i akan menumpuh kebahagian nya.... dan ini adalah bukti cintaku pada mu dira..cinta yang tulus...wendypun mengantar dina pulang kerumahnya dan,sangat terkejutnya mereka berdua karna kedatangan mereka disambut dengan hangat oleh keluarga dina.bagus wendy,kamu telah menepati janjimu,kata paph dina dengan banggaya om,saya kesini juga,ingin melamar dina,jawab wendy dengan lirihiya,baiklah,om restui tapi jangan sampai kamu mengecewakan dina ya,jawab paph dina dengan senyum sambil merestuinyamereka pun menikah dan mempunyai seorang anak,dan hidup merekapun bahagia untuk selamanya.TAMAT

Kisah Cintaku


Ku buka tirai yang ada di kamarku. Pagi yang cerah, matahari yang bersinar, membuatku ingin tidur lagi.  Semua terasa hampa, tidak ada yang meneleponku disaat aku bangun tidur, disaat aku ingin pergi ke mall bersama teman-teman, ya, dia adalah Adit.  Adit adalah teman dekatku.Dia anaknya ramah, sopan, baik hati, tidak pernah berbicara kasar.. Tapi ada sesuatu yang membuat dia rendah.. yaitu... "ELENAAAA!!!! Mama sudah manggil kamu udah berapa kali sih??? Kalo mama panggil jawab dong!" sahut Mama dengan lantang.."Iyaa Mamaku, cintaku, sayangku, kucingku meongmeong.. Hehehe" kataku dengan bibir manyun.."Hih anak ini, bisa-bisanya Mama dibilang kucing... Hiii Mama kan benci kucing sayang.." sahut Mama.."Sorry ma, lupaaaa. Aku mandi dulu ya Ma... thathaaaaa..." "Huuuu dasar.. Remaja jaman sekarang.. Ckckck.." celoteh mamaku sambil menggelengkan kepala sambil meminum secangkir teh yang mama bawa di tangannya.. Sambil mandi, yang dipikiranku cuma ada Adit, Adit, dan Adit.. Dia kapten futsal yang ada di sekolahku. Memang, dia adalah orang yang paling baik kepadaku... Hingga aku memikirkan apa yang terjadi kemarin sore..."Hai Elena, aku mau kasih tahu sesuatu ke kamu..""Apa itu Dit??" tanyaku langsung.. Tiba-tiba seorang cewek manis, cute dengan kata lain.. Keluar dari tembok putih bersih.. "Dia pacarku, namanya Meike.. cantik kan?" senyumnya membuatku merasa hampa di dada. Rasanya aku ingin mati..Tidak konsen dengan mandi, aku pun terpeleset dan jatuh.. Hingga aku tidak bisa berdiri.. "ELENAA!! Kenapa kamu!!!!???" tanya Kakakku, Elysia.Dia segera membangunkanku, tanpa mengetahui apa yang telah ku lakukan sehingga bisa terjadi seperti ini.. Air mataku berlinang membasahi tubuhku yang basah. Dipenuhi darah yang menempel di kaki dan pergelangan tanganku.. Elysia dan mama membawaku ke rumah sakit, karena kakiku patah dan mataku bengkak. Aku tak tahu apa yang terjadi.."Hmm dok, bagaimana keadaan anak saya?" tanya mamaku.."Saya akan membantu anak anda untuk sembuh.. Tapi anak anda harus mau menjalankan terapi, karena... Karena..""JAWABB DOK!!! KARENA APA?? SAYA BUTA?? SAYA AKAN BUTAA BEGITU???" teriaklah aku sekencang-kencangnya. Aku tidak tahu apa yang ada dipikiranku, hanya buta, buta, dan buta.. Mataku sakit di hari demi hari.. Keesokan harinya, Adit menemuiku.."Elena, kamu sudah sembuh?" Sambil tersenyum manis memandangiku."hmm.." sahutku dengan malas."Kenapa sih kok termenung terus? Ga suka aku datang ke sini ya? Ya udah aku pergi..""Ehhh jangan, gapapa kok.. Aku aja yang setres.. huhuhu.." Keheningan menyelimuti kamar rumah sakit yang sepi. Semua terdiam, aku, Adit, dan suster yang akan masuk juga diam.. Tidak lama kemudian, Adit pulang ke rumah.. Tanpa jejak, tanpa kata.. Dengan ku lihat untuk terakhir kali, aku tak tahu kenapa harusnya dia bahagia bersama Meike.. Tapi, matanya berlinang air mata. Seolah-olah dia adalah burung yang menetas dan mencaari ibunya sendirian ditengan hutan yang gersang.. Aku tak akan tahu bagaimana aku tanpanya, bagaimana aku hidup, dan bagaimana i'll survived...


mmaaff,,, belum sempet nglanjutin.. hehe.. xD

When You Love Some One?


“Ahhhh, sudah jam 10!!”. Dia merneriaki dirinya sendiri dalam hati. Buat dirinya sendiri jam 10 adalah masih pagi. Sebuah realita yang harus ia kalahkan nantinya saat ia benar-benar berada dalam dunia abu-abu kehidupan. Bermodalkan cuci muka dan gosok gigi, ia sedikit berdandan rapi. Jauh di luar konten idealis dirinya sendiri yang sering kali tampil slengek-an. Berangkat dengan kemeja lengan panjang berwarna abu-abu dan celana jeans warna hitam, sedikit membuatnya tampak gagah. Tapi sendal jepit yang jadi andalan pijakan kakinya tetap menjadi andalan sejati. “Ntar saja pas sudah nyampe”, bisiknya pada diri sendiri. Jam 10, kehidupan jalan tak ubahnya saat sore. Saat semua orang pulang dari aktifitasnya. Geliat kuda-kuda besi di jalanan tak henti-hentinya membuat keadaan semakin sumpek. Ia mengeluarkan henponnya dan lebih memilih mendengarkan radio. “Udah lama banget gak denger radio”,gumamnya.Sebuah lagu dengan lirik berbahasa Inggris menemani perjalanannya saat itu. Yang ia hafal hanya lah  bagian lirik lagu “when you love someone,,,,dan bla…bla…bla…”. Konsepnya akustik. “Mungkin band d’cinnamons” katanya. Setengah berusaha ia mengingat lagi band yang berkonsep akustik tersebut. Tapi jalanan yang padat membuatnya tak mampu membuatnya menyimak seluruh lagu tersebut. Terdengar samar-samar di telinga, antara raungan kendaraan yang merepet di jalanan yang sempit beradu dengan suara sang penyiar radio yang secara samar-samar menyebutkan siapa penyanyi yang membawakan lagu tersebut.Sesampainya di tempat yang ia tuju. Berbincang dengan seorang teman sementara. Kemudian ia mengeluarkan laptopnya dan menginstal beberapa software yang sekiranya akan di butuhkan dalam proses aktifitasnya nanti. Dalam proses pendonlotan tersebut, ia membolak-balik sebuah koran nasional hari ini. “Bullshit!!,” bisiknya. Akhirnya dia berpindah ke web broser yang ada di laptopnya. Ia membuka facebook dan melihat beberapa up-date status teman-temannya. “Tak ada yang menarik”, gumamnya. Log out, setelah itu ia membuka beberapa web dari media-media online. “Sama saja!!”.Dia memang agak skpetis dengan beberapa pemberitaan media jaman sekarang. Menurutnya tugas jurnalis di jaman sekarang lebih banyak spekulasi tidak jelas, ketimbang sebagai media yang memberikan informasi. Parahnya lagi media sekarang lebih banyak mengkonfrontir suatu keadaan sehingga lebih sering menimbulkan opini ngawur di kalangan masyarakat. “Media harus bertanggung jawab jika masyarakat Indonesia bertambah bodoh!!”.Begitulah isi hati yang ingin gdisampaikannya ketika tiba-tiba ada seorang wartawan yang datang menanyainya dan memintannya memberikan pendapat tentang sebuah peristiwa yang sekarang tengah terjadi di Indonesia.Sekarang ia menggali informasi lewat gogle. Sesuatu yang bahkan dianggap hampir sama dengan Tuhan, karena ia tahu segalanya. Begitu lah persamaan dari sebagian orang tentang mesin pencari bernama gogle. Setelah hampir cukup lama bergulat dengan gogle, ia mulai mengetikkan beberapa kalimat di lembar microsoft wordnya. Ya, hanya beberapa kalimat yang terdiri dari 4 sampai 5 halaman. Setelah itu terhenti, dan di save. Dan selalu begitu setiap hari, tanpa ada sebuah maksud yang jelas tentang apa yang ia tulis. Jam sudah menunjukkn jam 3 sore. Hampir 5 jam ia bergulat dengan dunia maya dan mengutak-ngatik tulisannya sendiri. “Saatnya pulang!” teriaknya, sehingga membuat orang yang di sekitar yang masih asik dan larut dalam pekerjaanya masing menjadi terkejut. Setelah membereskan setumpuk kertas dan laptopnya ke dalam tas, dan ketika melewati sebuah ruangan ia kembali mendengarkan lirik lagu yang kali ini terdengar jelas baginya  “When you love someoneJust be brave to say that you want him to be with you”“Him?”“Ah lagunya terlalu cewek banget”,  gumamnya.Setelah itu langkahnya terhenti untuk mendengarkan lanjutan lirik lagu yang membuatnya penasaran “When you hold your love Dont ever let it go Or you will loose your chance To make your dreams come true”Tanpa ia sadari dirinya sendiri dikagetkan oleh sebuah sapaan lembut dari belakang“Permisi, saya mau mengambil henpon saya”, ujarnya sambil menunjuk ke arah meja.Ternyata suara lagu itu memang berasal dari sebuah henpon yang terletak di meja.“Lhoh mas?, di sini juga?” ujar wanita tersebut.Dia terkaget setengah mati, ketika wajah si wanita terlihat jelas.“Oww ya,, ehmm,,”Diam tanpa kata.“Ehmm, pa kabar nih?”, si wanita menjulurkan tangannya.“Baik”, jawabnya singkat tanpa membalas uluran jabat tangan dari si wanita.“Mas kerja di sini ya?”, tanya si wanita.“Heee, gak juga, ni kantornya teman, biasa lah  numpang nge-net gratis”, ujarnya dengan senyum setengah hati.“Aku lagi sama temen ku”, katanya sambil menunjuk ke arah pria, “lagi cari koneksi “ katanya. Dengan senyum yang di paksakan.“Aku duluan”, ujarnya sambil melambaikan tangannya kepada si wanita dan berpaling, lalu menghilang.Selama perjalanan, dia masih saja kepikiran dengan lagu itu dan tentu saja si wanita itu.Setahun yang lalu….Mereka pernah bersama-sama, dalam hujan, dalam tawa, dalam susah. Hanya saja dia tak pernah mengucapkan satu kata pun, demi arti sebuah pertemanan saat itu. “When you love someone, just be brave to say”, itu yang selalu terlintas di pikirannya dalam perjalanan pulang.“Git pinjam broadband donk??”. Buat donlot yee, satu aja kok,,hihihi, ujarnya”Donlot apa bung”? Sigit berbalik bertanya“Cuma satu lagu”, ujarnya berbalk lagi.“Lagu apa tu?”, ujar Sigit.“Lagu yang sangat tidak kamu sukai”. Ujarnya lagi sambil mayakinkan bahwa lagu yang akan di donlotnya memang tidak sesuai dengan selera sigit yang lebih suka mendengarkan peter pan.“Apa kata kuncinya”??. Dia tidak tahu itu lagu siapa, tidak tahu judulnya apa, dan dia tidak bertanya kepada si wanita yang pernah di temukannya setahun yang lalu.“D***!!, kutuknya dalam hati.Yang dia tau hanya bagian lirik when you love someone.Dia mulai mengetikkannya di gogle.Setelah membuka-buka, ia menemukan kata Endah N Rhesa-when you love someone “Mungkin yang ini”, bisiknya dalam hati.Klik kanan- open link in new windowIa menemukan sebuah tulisan yang ada penggalan “When you love someone”Secara sangat serius ia memperhatikan lagunya. Ia pun mengetikkan kata tambahan di belakang “when you love someone” dengan tulisan “free mp3”.“Dasar penjahat”, bisiknya pada diri sendiri.Setelah menunggu sekitar beberapa menit, akhirnya proses download pun rampung. Langsung saja ia putar dan masukkan dalam daftar winamp.“Ndiiii,,, modeeemm!,,,”“Oh ya”Dia pun bergegas ke kamar Sigit dan mengembalikan modem tersebut. Hampir selama sejam ia mendengarkan lagu tersebut. Dan hanya lagu yang sama.Pikirannya menerawang beberapa tahun yang lalu. Saat ia berkenalan dengan seorang cewek. Perkenalan yang di mulai karena mereka di tempatkan dalam sebuah tim dalam sebuah project. Project yang lebih khusus pada pengembangan anak-anak tepatnya. Komunikasi yang intens yang terjadi setiap hari, membuat ia merasa mulai menyukai cewek ini. Meskipun wanita ini bukan lah tipenya. “Bersama dalam hujan Untuk melihat satu pelangi yang sama Dan…..”Banyak hal-hal yang di rasanya indah saat bersama cewek itu. “Tapi itu hanya perasaan sementara saja” ujarnya dalam hati. “Ntar kalau project ini udah kelar, perasaan itu juga ilang”. 1 tahun kemudian…..Sekarang hari sudah berkahir. Sang surya sudah mulai menjauh dari langit. Diganti dengan hamparan bintang-bintang yang bertahta di angkasa. Ia sekali-kali melihat henponnya. Bukan untuk melihat jam, tapi seperti menunggu sesuatu. Setumpuk kertas masih bertumpuk di meja kerjanya. Kertas yang berisikan “ide gila” dengan coretan-coretan yang akan merubah garis nasib berjuta-juta anak di negri ini. Setidaknya itulah yang akan di sampaikannya saat presentasi nanti dengan jumawa. “And the truth , I miss you, Yeah the truth is, That I miss you so”.Ringtone henponnya berdering, sepenggal bait dari alunan suara musik Coldplay menjadi ringtonenya. Ia melirik henponnya, satu pesan singkat dari Putri, “Wow, ide lo keren banget. Gw gak bisa kasih jawaban, tapi pak Yusuf pasti akan menyukainya”.“Thanks”, balasnya singkat.Satu pesan lagi masuk, bagaimana kalau bikin perayaanya, ya mungkin dengan sekedar ngopi-ngopi?”.“Sorry, gw mau langsung balik ke kos”, balasnya.“Mmmm, ok, gw tau lo pasti sedang rencanain project berikutnya. Good luck ya J”.Bergegas ia membereskan tumpukan kertas di mejanya, ia mematikan laptopnya, dan menyandang ransel bututnya yang sudah robek. “Kost sweet kost”, bisiknya dalam hati.Di tengah orang-orang sedang berkeluh kesah soalnya panas hari ini, tiba-tiba langit menjadi hitam. “Hujan”?. “Ahhhhh, gombal warming memang aneh”, bisiknya dalam hati sambil tersenyum-tersenyum sendiri. Semua orang yang sedang berhenti di lampu merah memandangnya. Dan dia tiba-tiba berhenti tersenyam-senyum sendiri. “Bisa disangka orang gila gw”.Lampu masih merah, beberapa anak-anak yang berusia sekitar 7 tahun tampak mengadahkan tangannya sambil meminta-meminta. “Tenang nak, mudah-mudahan 5 tahun lagi kalau pemerintahan ini nggak brengsek, lo gak bakalan minta-minta lagi di jalanan”., bisiknya dalam hati dengan semangat yang membara.Lampu hijau!Bebebrapa meter dari lampu hijau, di sebuah coffe shop baru dengan desain minimalis, seorang wanita manis sedang berkutat dengan laptop. Baru saja menyelesaikan kasus kekerasan pada anak. Bekerja sama dengan komnas anak. Si manis ini baru saja mendapatkan promosi. Selain itu ia juga mendapatkan beasiswa untuk gelar doktornya di Dortmund, Jerman. “D*a*n!!”. inikan musim kemarau. Kenapa hujan?, gerutunya. Ia memarkir motornya di depan coffe shop tersebut. Mencoba menghindar dari langit yang sedang tiba-tiba menangis. Harapannya untuk segera pulang ke kost dan leyeh-leyeh tertunda. Ia melirik ke belakang. “Sing coffe shop”. Begitu tertulis brand coffe shopnya. “Hmmmmmfffttt,,, masuk gak ya??”, tanyanya dalam hati.Ia melangkahkan kaki ke dalam coffe shop. Duduk di sebuah pojok.Mengambil sebuah map berwarna biru. Tertulis setumpuk kalimat dalam bahasa Prancis yang tidak ia mengerti. Tapi isi dalam map itu berbahasa Inggris. “Untunglah”, katanya. Meskipun ia tak yakin, karena bahasa Inggrisnya masih payah.Ia membuka lembar demi lembar halaman. Di sana tertulis profil beberapa latar belakang anak-anak yang sedang mengalami nasib kurang menyenangkan. Imigran-imigran gelap dari Afrika yang datang ke Prancis untuk mencari perlindungan. Agar mereka terbebas dari konflik berkepanjangan yang terjadi disana. Ia diundang menjadi salah satu peserta rapat untuk membahas nasib anak-anak ini. “Apa yang seharusnya di lakukan?”. Karena pihak Prancis sendiri sudah kewalahan menghadapi masalah ini. Beribu-ribu anak-anak terlantar datang ke Negara tersebut, dan terkadang kerap masih mendapatkan perlakuan diskriminatif di Prancis. Hanya sekelompok kecil orang yang peduli bagaimana dengan nasib mereka. Itu pun bukan orang Prancis. Karena mereka lebih sibuk membahas tentang cinta dan keromantisan serta bagaimana caranya ikut memanaskan konflik nuklir Iran dengan terus mengembosi PBB. Ia melamun. Sebuah pesan singkat masuk melalui henponnya, terdengar keras dari ringtone. Hampir membuat beberapa orang yang ada di coffe shop tersebut berpaling ke arahnya. Dan termasuk si wanita manis tersebut.“Yah, pulang jam berapa?,  Hati-hati di jalan ya Yah”.Seorang bocah berusia 10 tahun, mengirimkan pesan singkat itu kepadanya. Membuatnia tersenyum.“Ayah pasti pulang, sebelum maghrib”, ujarnya membalas pesan itu.Mochammad Amir, nama bocah itu. Seorang bocah cerdas yang hanya dalam waktu satu tahun sudah mampu menguasai bahasa Indonesia. Bocah yang tak mampu lagi berjalan dengan dua kakinya selayaknya manusia normal. Anak kecil tak berdosa yang dinodai dengan hantaman ribuan peluru, dan rudal di sebuah negara konflik.Ia lalu membuka folder my son di laptopnya. Berbagai ekspresi Amir tertangkap dalam ratusan potret kamera.“Dimas??”. Suara itu mengagetkannya. Ada yang memanggil namanya.“H…hiii, Wi”, ujarnya ragu-ragu.“Masih inget aku toh mas?”, ujar si manis.*”Dia masih manggil gw Mas??”*“Hmffftt, yaaa”, seraya mengangkat bahu.“Sendirian aja mas?”.“Ya seperti yang kamu lihat”, senyumnya sedikt sumbang saat itu.“Hmfft bole gabung”, tawar Dewi.“Silakan”, ujarnya singkat.Dewi mengangkat laptop, tas dan beberapa lembar kertasnya dan menaruhnya di mana Dimas duduk. Lalu ia kembali lagi untuk mengambil kopi dan piring kecil yang berisikan croissant. “Kamu gak berubah ya mas?”. Tanya dewi.“Masih dengan kopi favoritnya, sepatu kets adidas, dan celana robek”, ujarnya sambil melirik ke bawah.“Aku mau beli rokok dulu”, ujar Dimas singkat. “Dan rokok!”, sambung Dewi sambil terkekeh.Dimas hanya tersenyum kecut. Ia beranjak dari kursi dan melangkahkan kakinya ke bagian kasir untuk membeli sebungkus rokok putih favoritnya.Mereka duduk berdampingan. Secara tak sengaja Dewi melihat foto bocah berusia 10 tahun yang ada di laptop Dimas. Ia melihat sebuah file dengan tulisan, Amir Birthdays. Lalu ia membalikkan foldernya, tertulis “ My Son”. Dimas kembali ke mejanya.“Hmmfffttt, sorry tadi aku buka, folder di laptop mu”. “That’s okay”.“So,,, itu anakmu”?.“Yup”.“Heyyy, ibunya dimana?”Dimas menghela nafas sesaat. “Ibunya sudah meniggal”, ujarnya singkat.“Upps, sorry”, katanya sambil memegang mulutnya. Sebuah ekspresi yang masih sama satu setengah tahun yang lalu, ketika Dewi meminta maaf atas sesuatu.“Gak apa-apa, nyantai aja”. “Mmmm,,, kalau bole tau, “kenapa?” “, lanjut Dewi.“Perang”.“Hah?, perang?, mana ada perang di Indonesia”?.“Prasaan gak ada perang di Indonesia”, lanjut Dewi penasaran.Ringtone dengan sepotong lirik dari Endah N Rhesa “When you love someone”, berdentang. Dewi melirik ke arah Dimas. “Kamu….”“Coba liat folder ini”, ujar dimas, sambil membuka sebuah folder yang bertuliskan “Secret”.Dimas beranjak dari kursinya dan mengangkat henponnya yang berdering.`````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````Canda tawa menjadi bumbu dalam pertemuan mereka setelah satu tahun lamanya tak bertemu.“Oh ya Mas, kamu masih punya lagunya Endah N Rhesa, when you love someone”, kalau tidak salah……..”Ya, akhirnya aku download lagu itu dan jadiin ringtone hp”, ucapnya memotong pembicaraan Dewi.“Kalau seinget aku, waktu itu kamu,,,,”“Ya itu di kantornya Wawan waktu itu ya?”.Sebenarnya kedua insan ini terlihat sangat canggung berbicara berdua. Hanya candaan garing yang membuat mereka sesekali tertawa dan tersenyum. “Hmmmm, o ya waktu dulu kita pernah satu tim, kamu pernah cinlok gak seh mas”?.“Haha kamu ada-ada aja”.“Ya, sama Gilang misalnya atau Rani mungkin”“Gak mungkinlah”, ujarnya pendek.“Massssaaaaa ssiiihh,,,”, ujar Dewi ekspresi  jahil.“Ganti topik aja dehhh”, ujar Dimas.“Gimana dengan kerjaan mu,,,,”, Dimas berbalik bertanya.Dewi mengambil alih laptop Dimas dengan sepihak. Ia mengontrol mouse, dan membuka folder “Writing” – “story” – “try to make love story”. “Ini!” ujarnya, sambil menunjuk ke sebuah file Microsoft bertitle “When you love someone”.“Itu kan cuma cerita”, biasalah cerita fiksi, dan,,,,,,,,“Tapi kamu pakai namaku, dan ceritanya nyata mas”, Dewi kali memotong pembicaraan Dimas.“Ini bukan fiksi!”. Lanjutnya.“Tapi,,,,,”“Kenapa kamu gak pernah bilang mas, kenapa, kamu gak pakai filosofis lagu yang kamu sukai “when you love someone”, “kenapa?”. Ekspresi Dewi, kali ini berubah.“Ah udah deh, ngapain kita berdebat soal ini, semuanya bisa terjadi pada semua orang kan”?, bantah Dimas, untuk menghentikan pembicaraan ini.Keduanya terdiam. “So,,?”, tanya Dimas.“Aku harus bilang sekarang dan lagi?”, lanjutnya.“Jarak Prancis dan Jerman tidak terlalu jauh kan?”, ketus Dewi dengan gaya cueknya.Sekarang dua tangan itu kembali bersatu. Sebuah romansa yang memungkinkan.